ekonomi

Pemerintah Targetkan Rupiah Rp17.500 Pada 2027, Mampukah Strategi Fiskal Baru Jaga Stabilitas Ekonomi

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:52 WIB
Presiden Prabowo menyampaikan target kurs rupiah 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI sebagai bagian strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional. (Dok. Bakom Ri)

Angka itu lebih rendah dibanding realisasi defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen dan menunjukkan komitmen penguatan disiplin fiskal nasional.

Belanja negara dialokasikan pada rentang 13,62 hingga 14,80 persen terhadap PDB, sementara pendapatan negara ditargetkan berada pada kisaran 11,82 hingga 12,40 persen terhadap PDB.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.706, Lonjakan Permintaan Dolar AS Kini Jadi Sorotan Serius Pemerintah dan Pelaku Pasar

Kebijakan ini melanjutkan upaya konsolidasi fiskal yang dalam beberapa tahun terakhir terus diarahkan menjaga kredibilitas APBN.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan investor terhadap stabilitas korporasi dan instrumen keuangan domestik.

Inflasi Rendah Didorong untuk Menopang Daya Beli

Pemerintah menargetkan inflasi nasional berada pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen pada 2027.

Baca Juga: ABDI dan PSMTI Cetak Eksekutif Pelindungan Data Pribadi, Siapkah Korporasi Hadapi Tantangan Keamanan Siber

Target tersebut dirancang untuk menopang daya beli masyarakat sekaligus menjaga kestabilan harga di tengah tekanan eksternal.

Presiden Prabowo menegaskan pengendalian inflasi menjadi fondasi bagi stabilitas kurs dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, asumsi suku bunga Surat Berharga Negara tenor 10 tahun dipatok pada level 6,5 hingga 7,3 persen.

Baca Juga: Fahri Hamzah Respons Kritik The Economist, Prabowonomics Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Rentang ini menjadi indikator penting untuk mengukur persepsi pasar terhadap risiko fiskal Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Didorong Menuju Target Delapan Persen

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2027 mencapai 5,8 hingga 6,5 persen.

Capaian itu diposisikan sebagai pijakan menuju target pertumbuhan 8 persen pada 2029.

Baca Juga: Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik

Halaman:

Tags

Terkini