Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber Jadi Fokus Transformasi Strategis
Danantara menilai perkembangan kecerdasan artifisial atau AI, advanced analytics, post-quantum readiness, dan keamanan siber menuntut kesiapan cepat seluruh BUMN.
Forum koordinasi itu menjadi langkah awal penyusunan proses adopsi frontier technologies guna meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan produktivitas korporasi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Tajam, Bos ExxonMobil Ungkap Risiko Geopolitik dan Pasokan Global
Sigit mengatakan transformasi digital tidak boleh berjalan parsial karena perkembangan teknologi global berlangsung sangat cepat dan kompetitif.
Selain AI, Danantara juga mendorong pengembangan sovereign AI dan sovereign cloud sebagai bagian penguatan kapabilitas digital nasional.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan teknologi asing sekaligus memperkuat keamanan data strategis nasional.
Baca Juga: Papua Jadi Simpul Digital Asia Pasifik, Perkuat Konektivitas Internasional Melalui Kabel Laut Pukpuk
Danantara Siapkan Roadmap Digital Terintegrasi untuk Seluruh Ekosistem BUMN
Transformasi digital akan dilakukan bertahap melalui pengukuran kesiapan digital seluruh BUMN pada enam bulan pertama pelaksanaan program.
Tahapan berikutnya dilakukan melalui implementasi roadmap digital terintegrasi menggunakan Danantara Digital Transformation Task Force.
Melalui mekanisme itu, seluruh pelaksanaan transformasi digital dapat dipantau secara lebih jelas, terukur, dan akuntabel.
Baca Juga: Kemenkei Beri Pendampingan Hukum Setelah Nama Dirjen Bea Cukai Disebut dalam Dakwaan KPK Resmi
“Danantara Indonesia ingin memastikan bahwa transformasi digital tidak akan berhenti pada level perencanaan,” ujar Sigit.
Ia menegaskan transformasi harus menghasilkan perbaikan nyata terhadap model bisnis, pengalaman pelanggan, operasional, dan tata kelola data BUMN.
Kebutuhan Talenta Digital Indonesia Capai Enam Ratus Ribu Tahunan Nasional
Pengembangan sumber daya manusia digital menjadi fokus penting dalam transformasi karena Indonesia membutuhkan sekitar 600 ribu talenta digital baru setiap tahun hingga 2030.
Baca Juga: Bank BSN Tembus Rp73 Triliun dan Jadi Raksasa Baru Perbankan Syariah Indonesia Usai Transformasi BTN