Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi 0,20 persen yang membantu menjaga stabilitas harga secara keseluruhan.
Ateng Hartono menjelaskan beberapa komoditas penyumbang deflasi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam ras.
“Daging ayam ras memberikan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan 0,09 persen, cabai rawit dan telur ayam ras masing-masing,” kata Ateng.
Stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok usia produktif.
Kombinasi inflasi terkendali dan konsumsi kuat memperkuat peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid sepanjang 2026.****