Kebijakan Moneter Global Ketat Pengaruhi Arus Modal ke Indonesia
Arah kebijakan bank sentral dunia termasuk Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kondisi ini meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan memperkuat dolar AS di pasar global.
Juli Budi Winantya mengatakan daya tarik aset keuangan Amerika Serikat meningkat sehingga terjadi pergeseran aliran modal global.
Cadangan Devisa Tinggi Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi Nasional Indonesia
Di tengah tekanan global, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus terutama dari ekspor nonmigas yang tetap kuat.
Cadangan devisa Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 148,2 miliar Dolar AS yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas eksternal.
Nilai tukar rupiah pada Jumat (24/4/2026) ditutup menguat ke level Rp17.229 per dolar AS setelah sebelumnya sempat melemah.
Sebagai latar belakang, Bank Indonesia sebelumnya juga aktif menjaga stabilitas rupiah saat volatilitas global meningkat pada periode kenaikan suku bunga global beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: MNC Group Ajukan Banding Usai Putusan Rp531,5 Miliar dalam Gugatan CMNP Jadi Sorotan Publik Luas
Bank Indonesia menegaskan akan terus mencermati dinamika global dan memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional.****