• Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Tertekan Gejolak Global, Strategi Bank Indonesia Jaga Stabilitas Nilai Tukar dan Ekonomi Nasional 2026

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Minggu, 26 April 2026 | 06:10 WIB
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS mencerminkan dampak langsung gejolak ekonomi global dan kebijakan moneter dunia (Dok. Google Maps @Gedung BI )
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS mencerminkan dampak langsung gejolak ekonomi global dan kebijakan moneter dunia (Dok. Google Maps @Gedung BI )

Kebijakan Moneter Global Ketat Pengaruhi Arus Modal ke Indonesia

Arah kebijakan bank sentral dunia termasuk Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga: Klarifikasi BGN Soal 19.000 Sapi Program Makan Bergizi Gratis dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Harga Pangan

Kondisi ini meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan memperkuat dolar AS di pasar global.

Juli Budi Winantya mengatakan daya tarik aset keuangan Amerika Serikat meningkat sehingga terjadi pergeseran aliran modal global.

Cadangan Devisa Tinggi Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi Nasional Indonesia

Di tengah tekanan global, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus terutama dari ekspor nonmigas yang tetap kuat.

Baca Juga: Sengketa CMNP Vs MNC Asia Holding Berakhir, Hakim Nyatakan Perbuatan Melawan Hukum dalam Transaksi Lama

Cadangan devisa Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 148,2 miliar Dolar AS yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas eksternal.

Nilai tukar rupiah pada Jumat (24/4/2026) ditutup menguat ke level Rp17.229 per dolar AS setelah sebelumnya sempat melemah.

Sebagai latar belakang, Bank Indonesia sebelumnya juga aktif menjaga stabilitas rupiah saat volatilitas global meningkat pada periode kenaikan suku bunga global beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: MNC Group Ajukan Banding Usai Putusan Rp531,5 Miliar dalam Gugatan CMNP Jadi Sorotan Publik Luas

Bank Indonesia menegaskan akan terus mencermati dinamika global dan memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini