THE BOTTOM LINE:
- Bank Indonesia perkuat intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan geopolitik meningkat signifikan
- Proyeksi ekonomi Indonesia 2026 tetap di kisaran 4,9-5,7 persen meski tekanan eksternal dan inflasi global meningkat
- Cadangan devisa tinggi 148,2 miliar Dolar AS menjadi bantalan penting menjaga stabilitas ekonomi nasional
BISNISNEWS.COM - Apakah stabilitas rupiah mampu bertahan di tengah tekanan global yang semakin intens dan tidak menentu saat ini?
Bagaimana langkah Bank Indonesia menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah ancaman inflasi dan gejolak geopolitik dunia?
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen dengan target inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen.
Langkah ini dibarengi peningkatan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang terus meningkat.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juli Budi Winantya, menegaskan komitmen tersebut dalam pertemuan media di Bandung, Jumat (24/4/2026).
Strategi Intervensi Bank Indonesia Hadapi Tekanan Global dan Geopolitik
Bank Indonesia memperkuat intervensi melalui pasar spot, domestic non-deliverable forward, serta transaksi di pasar offshore guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memicu volatilitas pasar keuangan internasional.
Juli Budi Winantya menyatakan intervensi dilakukan secara terintegrasi sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan nasional.
Tekanan Eksternal Dorong Inflasi Global dan Hambat Pertumbuhan Ekonomi
Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi dan komoditas akibat gangguan produksi dan distribusi global.
Kondisi ini berdampak pada meningkatnya harga pangan dan tekanan inflasi di berbagai negara termasuk Indonesia.
Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3 persen dan inflasi global menjadi 4,2 persen dari proyeksi sebelumnya.