Pemerintah Siapkan Stimulus Fiskal Jika Pertumbuhan Ekonomi Melambat
Pemerintah membuka peluang pemberian stimulus fiskal apabila terjadi perlambatan ekonomi yang signifikan pada kuartal II-2026.
Purbaya menyebut stimulus dapat dilakukan melalui berbagai instrumen, termasuk penguatan aliran dana tunai ke masyarakat.
“Kalau melambat, saya akan kasih stimulus dari berbagai sisi, bisa saja cash money-nya diperbaiki lagi,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga konsumsi domestik yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Percepatan Belanja Pemerintah Jadi Kunci Dorong Aktivitas Ekonomi Nasional
Selain stimulus, pemerintah juga mempertimbangkan percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga yang masih berjalan lambat.
Purbaya menilai percepatan belanja negara dapat meningkatkan likuiditas di pasar dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut juga diyakini mampu mempercepat distribusi program pemerintah yang bersifat pro-rakyat.
Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal akan diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat Jadi Fokus Utama Pemerintah Tahun Ini
Pemerintah memastikan seluruh kebijakan ekonomi tetap berpihak pada masyarakat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menekankan pentingnya optimalisasi program kementerian dan lembaga agar manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat.
Ia menyatakan bahwa pemerintah masih memiliki waktu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target yang ditetapkan.
Baca Juga: Hoaks 750 Dapur MBG Seret Nama Uya Kuya, Sayembara Diluncurkan Bantu Polisi Ungkap Pelaku