THE BOTTOM LINE:
- Penurunan harga pupuk 20 persen jadi strategi pemerintah menjaga produksi pangan di tengah krisis pupuk global yang memicu lonjakan harga signifikan.
- Kebijakan ini menekan biaya produksi petani sekaligus menjaga daya tanam pada musim 2026 di tengah tekanan rantai pasok global.
- Langkah terintegrasi hulu hingga hilir memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga komoditas domestik
BISNISNEWS.COM - Apakah penurunan harga pupuk 20 persen cukup menahan dampak krisis global yang mulai menghantam sektor pangan?
Mampukah kebijakan ini benar-benar menjaga produksi petani di tengah lonjakan harga internasional dan gangguan distribusi dunia?
Strategi Turunkan Harga Pupuk Subsidi di Tengah Ancaman Krisis Global
Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk menjaga produksi pangan nasional di tengah tekanan global.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kebijakan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi krisis pupuk dunia yang mulai terlihat sejak awal 2026.
“Presiden Prabowo sejak awal sudah melihat dunia menuju ketidakstabilan dan memerintahkan kami mengantisipasi krisis melalui kebijakan,” ujar Amran, Sabtu (3/5/2026).
Kebijakan ini muncul setelah harga urea global melonjak lebih dari 40 persen akibat penutupan Selat Hormuz dan pembatasan ekspor pupuk oleh Tiongkok.
Situasi tersebut berdampak langsung pada negara Asia Tenggara yang bergantung pada impor pupuk untuk menjaga produksi pangan domestik.
Dampak Langsung Penurunan Harga Pupuk Terhadap Biaya Produksi Petani Nasional
Penurunan harga pupuk mencakup jenis urea, NPK, dan ZA yang menjadi kebutuhan utama petani dalam musim tanam 2026.
Kebijakan ini diperkirakan mampu menurunkan biaya produksi petani hingga ratusan ribu rupiah per hektare setiap musim tanam.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Tajam, Bos ExxonMobil Ungkap Risiko Geopolitik dan Pasokan Global
Selain itu, lebih dari 16 juta petani mendapat akses pupuk yang lebih terjangkau dan terjamin ketersediaannya.