“Tidak ada lagi romantisme aktivisme, sekarang yang dibutuhkan adalah kebijakan yang efektif dan realistis,” ujar Prof. Didik J Rachbini.
Menurutnya, keberhasilan Jumhur akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menavigasi sistem birokrasi tanpa kehilangan arah perjuangan.
Sebagai menteri, Jumhur dinilai harus mampu menjembatani kepentingan negara dan masyarakat dalam isu lingkungan hidup yang strategis.****
Artikel Terkait
Bobibos Belum Penuhi Standar, Kementerian ESDM Wajibkan Uji Teknis Lemigas Sebelum Masuk Pasar Energi
Menkeu Purbaya Tegaskan Penindakan Pajak Diperkuat, 40 Korporasi Dibidik Tim Khusus Independen
Kabar Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat Hari Ini Ini, Prediksi Menteri Baru dan Dampaknya Bagi Pemerintahan
Rupiah Melemah Ke Rp17.300, Apakah Narasi Undervalued Masih Relevan di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Prabowo Subianto Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Ungkap Kedekatan dengan Ahmad Dhani
Kehadiran Prabowo di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Jadi Sorotan Publik dan Tokoh Nasional
Reformasi Free Float Indonesia Diakui MSCI, Ini Momentum Baru Masuknya Investasi Asing Besar Ke Pasar Saham
Indonesia Terdampak Perubahan Indeks J.P. Morgan, Saat Arab Saudi Filipina Masuk Pasar Obligasi Global
Indonesia Masuk Negara Tahan Krisis Energi Global 2026, Ini Penjelasan Strategi Ketahanan Energi Pemerintah
Laba Permata Bank Capai Rp920 Miliar Pada Kuartal Pertama 2026, Strategi Korporasi Mampu Jaga Pertumbuhan