• Kamis, 4 Juni 2026

Viral Dugaan Kebocoran Data Mobile Banking BCA di Dark Web, Isu Peretasan Picu Kekhawatiran Nasabah

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:09 WIB
Viral dugaan kebocoran data nasabah di dark web yang memicu kekhawatiran keamanan transaksi digital dan risiko phishing pengguna layanan perbankan Indonesia, Gedung BCA jadi perhatian publik. (Dok. Bca.co.id)
Viral dugaan kebocoran data nasabah di dark web yang memicu kekhawatiran keamanan transaksi digital dan risiko phishing pengguna layanan perbankan Indonesia, Gedung BCA jadi perhatian publik. (Dok. Bca.co.id)

Unggahan akun tersebut juga menyebut Indonesia menjadi salah satu target serangan siber karena pertumbuhan transaksi digital, fintech, dan mobile banking yang terus meningkat.

Fenomena meningkatnya ancaman siber sebelumnya juga beberapa kali menjadi sorotan media nasional setelah muncul kasus dugaan kebocoran data pada sektor layanan publik dan digital nasional.

Baca Juga: BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Hingga Rp17.700 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Ekonomi Global

BCA Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data dari Sistem Korporasi Mereka

Merespons viralnya isu tersebut, manajemen BCA menyampaikan klarifikasi resmi terkait dugaan kebocoran data nasabah mobile banking yang beredar di media sosial.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan korporasi telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap klaim tersebut.

“Kami telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA,” ujar Hera dalam keterangannya pada Jumat, 22/05/2026.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Sosialisasi Aturan Baru Ekspor SDA Sebelum Skema Eksportir Tunggal Berlaku Resmi Mulai Juni

Hera juga menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai kebocoran data nasabah dinyatakan tidak benar berdasarkan hasil penelusuran internal korporasi.

“Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kami memastikan bahwa data nasabah tetap aman,” kata Hera.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini