Data BI menunjukkan proporsi pembelian dolar tanpa underlying turun dari 10,8 persen pada Januari-Maret menjadi 6,5 persen setelah aturan April diberlakukan.
Setelah aturan baru efektif, proporsinya diproyeksikan kembali turun menjadi sekitar 3,5 persen.
Intervensi Besar dan Instrumen Moneter Tarik Modal Asing
Bank Indonesia juga meningkatkan intensitas intervensi valas di pasar domestik dan luar negeri menggunakan cadangan devisa yang dinilai masih memadai.
BI mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen sejak Januari 2025 sebagai jangkar stabilitas inflasi dan nilai tukar.
Di saat bersamaan, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tenor 12 bulan dinaikkan menjadi 6,41 persen untuk menarik aliran modal asing.
Strategi ini dilengkapi pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder yang mencapai Rp133,39 triliun hingga Mei 2026.
Sepanjang 2025, realisasi pembelian SBN tercatat mencapai Rp332,14 triliun sebagai bagian koordinasi fiskal dan moneter.
Optimisme Rupiah Menguat Mulai Juli Usai Permintaan Menurun
Bank sentral optimistis tekanan terhadap rupiah mulai mereda pada Juli 2026 seiring penurunan kebutuhan valas musiman.
Likuiditas domestik juga diperkuat melalui pertumbuhan uang primer yang naik dari 11,8 persen pada Maret menjadi 14,1 persen pada akhir April.
BI memperluas transaksi local currency transaction rupiah-yuan dengan Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.
Selain itu, penguatan intervensi offshore non-deliverable forward dilakukan melalui dealer utama.
Artikel Terkait
Di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Apa Risiko Fiskal yang Mengancam Daya Tahan Ekonomi Indonesia
Rupiah Terus Tertekan, Didik J Rachbini Menilai Reformasi Institusi Jadi Kunci Penguatan Nilai Tukar Indonesia
Rupiah Melemah, Didik J Rachbini Ungkap Pelajaran Era Habibie yang Relevan untuk Memulihkan Kepercayaan Pasar
Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik
Fahri Hamzah Respons Kritik The Economist, Prabowonomics Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
ABDI dan PSMTI Cetak Eksekutif Pelindungan Data Pribadi, Siapkah Korporasi Hadapi Tantangan Keamanan Siber
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,37 Juta Ton, Ini Dampaknya Bagi Ketahanan Pangan Hingga Akhir Tahun
Rupiah Tembus Rp17.706, Lonjakan Permintaan Dolar AS Kini Jadi Sorotan Serius Pemerintah dan Pelaku Pasar
PSMTI Gandeng HMI Malaysia Group, Akses Layanan Kesehatan Internasional Kini Lebih Mudah dan Terjangkau
Ekspor Indonesia Tembus Rp1 Triliun di SIAL 2026, Mengapa Pasar Tiongkok Kini Memburu Produk Pangan