• Kamis, 4 Juni 2026

BI Perketat Pembelian Dolar Tanpa Underlying, Apakah Rupiah Menguat Mulai Juli 2026 Setelah Tekanan Global Mereda

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 20 Mei 2026 | 15:45 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan strategi baru menjaga stabilitas rupiah melalui pembatasan pembelian Dolar AS dan intervensi pasar valas. (Dok. Bisins24jam.com /Kreasi Dola AI)
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan strategi baru menjaga stabilitas rupiah melalui pembatasan pembelian Dolar AS dan intervensi pasar valas. (Dok. Bisins24jam.com /Kreasi Dola AI)

Data BI menunjukkan proporsi pembelian dolar tanpa underlying turun dari 10,8 persen pada Januari-Maret menjadi 6,5 persen setelah aturan April diberlakukan.

Setelah aturan baru efektif, proporsinya diproyeksikan kembali turun menjadi sekitar 3,5 persen.

Baca Juga: Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,37 Juta Ton, Ini Dampaknya Bagi Ketahanan Pangan Hingga Akhir Tahun

Intervensi Besar dan Instrumen Moneter Tarik Modal Asing

Bank Indonesia juga meningkatkan intensitas intervensi valas di pasar domestik dan luar negeri menggunakan cadangan devisa yang dinilai masih memadai.

BI mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen sejak Januari 2025 sebagai jangkar stabilitas inflasi dan nilai tukar.

Di saat bersamaan, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tenor 12 bulan dinaikkan menjadi 6,41 persen untuk menarik aliran modal asing.

Baca Juga: ABDI dan PSMTI Cetak Eksekutif Pelindungan Data Pribadi, Siapkah Korporasi Hadapi Tantangan Keamanan Siber

Strategi ini dilengkapi pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder yang mencapai Rp133,39 triliun hingga Mei 2026.

Sepanjang 2025, realisasi pembelian SBN tercatat mencapai Rp332,14 triliun sebagai bagian koordinasi fiskal dan moneter.

Optimisme Rupiah Menguat Mulai Juli Usai Permintaan Menurun

Bank sentral optimistis tekanan terhadap rupiah mulai mereda pada Juli 2026 seiring penurunan kebutuhan valas musiman.

Baca Juga: Fahri Hamzah Respons Kritik The Economist, Prabowonomics Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Likuiditas domestik juga diperkuat melalui pertumbuhan uang primer yang naik dari 11,8 persen pada Maret menjadi 14,1 persen pada akhir April.

BI memperluas transaksi local currency transaction rupiah-yuan dengan Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.

Selain itu, penguatan intervensi offshore non-deliverable forward dilakukan melalui dealer utama.

Baca Juga: Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini