• Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Melemah Ke Rp17.600, Mengapa BITetap Optimistis Soal Stabilitas Nilai Tukar Indonesia Tahun Ini

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 19 Mei 2026 | 18:00 WIB
Grafik pergerakan rupiah menunjukkan tekanan terhadap dolar AS di tengah optimisme Bank Indonesia bahwa pelemahan kurs hanya bersifat musiman. Gubernur BI, Perry Warjiyo (Dok. Hallo.id /Kreasi Dola AI)
Grafik pergerakan rupiah menunjukkan tekanan terhadap dolar AS di tengah optimisme Bank Indonesia bahwa pelemahan kurs hanya bersifat musiman. Gubernur BI, Perry Warjiyo (Dok. Hallo.id /Kreasi Dola AI)

Pernyataan itu senada dengan optimisme BI bahwa tekanan akan mereda memasuki Juli 2026.

Sebelumnya, Bank Indonesia juga beberapa kali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan tekanan yang lebih tajam.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Mengapa Defisit Fiskal dan Pelemahan Rupiah Membayangi Stabilitas

Pelemahan Rupiah Dipengaruhi Sentimen Global dan Faktor Musiman

Data pasar menunjukkan penguatan dolar AS terjadi hampir merata terhadap mata uang emerging market.

Ekspektasi penundaan penurunan suku bunga Federal Reserve membuat investor global bertahan di aset berbasis dolar AS.

Tekanan geopolitik global turut memperkuat preferensi pasar terhadap instrumen safe haven.

Baca Juga: DPR Panggil Danantara Soal GoTo, Apa Makna Investasi Digital Bagi Masa Depan Korporasi Negara

Di sisi domestik, kebutuhan dolar untuk pembayaran dividen korporasi dan kewajiban utang luar negeri memperbesar permintaan valas.

Kombinasi faktor tersebut menjadi alasan utama BI menyebut pelemahan ini bersifat musiman.

Namun, sebagian pelaku pasar menilai tekanan berkepanjangan dapat memengaruhi persepsi terhadap daya tahan ekonomi nasional.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah dan Konflik Timur Tengah, Tekanan Kurs Kini Dinilai Lebih Berat Bagi Perekonomian

Ujian Kredibilitas Kebijakan Menjelang Semester Kedua Tahun Ini

Pelemahan rupiah kini menjadi ujian penting bagi kredibilitas kebijakan moneter Indonesia.

Jika proyeksi BI bahwa rupiah menguat pada semester kedua terbukti, kepercayaan pasar akan kembali terjaga.

Sebaliknya, tekanan berkepanjangan dapat memunculkan ekspektasi pengetatan kebijakan suku bunga.

Baca Juga: Prabowo Panggil Tim Ekonomi Saat Rupiah Nyaris Rp17.700, Apa Sinyal Besar Bagi Stabilitas Ekonomi Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini