Data perdagangan menunjukkan investor asing tetap mencermati arah kebijakan global, ketidakpastian suku bunga juga memengaruhi aliran modal.
Pandu menilai Indonesia perlu menjawab tantangan lebih fundamental, pasar membutuhkan cerita pertumbuhan yang lebih kuat, bukan sekadar bertahan pada sektor lama.
Momentum Transformasi Bursa Menentukan Daya Tarik Investor Global
Pernyataan Pandu memberi pesan jelas bagi regulator dan pelaku pasar, transformasi pasar modal tidak bisa lagi ditunda.
Indonesia membutuhkan lebih banyak emiten sektor teknologi masa depan, hal itu penting agar pasar lebih relevan dengan arah investasi global.
Jika momentum ini dimanfaatkan, Bursa Efek Indonesia dapat naik kelas, ǰika tidak, valuasi murah berisiko menjadi jebakan permanen.
Pertanyaan besarnya kini sederhana, mampukah Indonesia menulis cerita barunya di era AGI? Ataukah pasar domestik hanya menjadi penonton di tengah revolusi teknologi global?****
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.500 Per Dolar AS, Ketegangan Selat Hormuz Kini Jadi Ancaman Baru Bagi Stabilitas Ekonomi
Rupiah Tembus Rp17.529, Purbaya Rapat Mendadak di Kemenkeu Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar
Rupiah Tembus Rp17.500, Mengapa Pemerintah Tetap Yakin APBN Aman di Tengah Tekanan Dolar AS Global
Dolar AS Sentuh Rp17.500, Ini Alasan Bank Indonesia Optimistis Stabilitas Rupiah Masih Tetap Bisa Dijaga
Tarif Royalti Minerba Masih Dikaji, ini Dampaknya Terhadap Investasi Nikel dan Strategi Hilirisasi Nasional ke Depan
Keyakinan Konsumen Indonesia April 2026 Menguat Saat Tabungan Masyarakat dan Peluang Kerja Sama Sama Naik
KPK Didesak Periksa Dirjen Bea Cukai Usai Fakta Sidang Blueray Cargo, Ada Apa di Balik Dugaan Suap Impor
Harga Telur Magetan Anjlok, Langkah Pemerintah Lewat Program MBG Kini Jadi Sorotan Peternak dan Pelaku Pasar
Harga Telur Jatuh di Magetan, Bisakah Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Penopang Baru Bagi Peternak Lokal
Pandu Sjahrir Soroti Bursa RI di Era AGI, Mengapa Pasar Modal Indonesia Harus Segera Menulis Narasi Baru