Restrukturisasi Portofolio Percepat Arah Holding Strategis Nasional
Transformasi TLKM 30 dijalankan melalui empat pilar utama yang mencakup operational excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.
Telkom tengah merampingkan portofolio non-core melalui divestasi AdMedika dan TelkoMedika.
Korporasi juga memisahkan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia melalui Conditional Spin-off Agreement.
Transformasi ini mengarah pada model strategic holding yang membagi fokus bisnis ke empat Operating Company.
Menurut Dian Siswarini, fase 2026 menjadi momentum penting percepatan eksekusi transformasi.
“Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai berkelanjutan,” tutupnya.****
Artikel Terkait
Purbaya Ungkap Royalti Minerba Berpotensi Naik, Pengusaha Tambang Tunggu Keputusan Final Pemerintah
BEI Awasi Dugaan Fraud TLKM Rp5 Triliun, Investigasi SEC dan DOJ Picu Sorotan Baru Terhadap Tata Kelola
Dugaan Fraud Telkom Rp5 Triliun Diselidiki Regulator AS, Apa Dampaknya Bagi Saham TLKM dan Investor
Bank Mandiri Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Melandai Pada Kuartal II 2026, Apa Dampaknya Bagi Konsumsi
Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Melambat Pada Kuartal II 2026, Bank Mandiri Ungkap Penyebab Utamanya
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Mengapa Tiga Tanker Lain Justru Berhasil Keluar Saat Negosiasi
Negosiasi Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz Berlanjut, Tiga Tanker Lolos Diam-Diam Picu Sorotan Jalur Energi Dunia
IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Investor Mulai Soroti Ketahanan Ekonomi Menghadapi Tekanan Global
Rupiah Tembus Rp17.300 Per Dolar AS, IHSG Turun Tajam Picu Kekhawatiran Pelaku Pasar Domestik
Dolar AS Sentuh Rp17.503, Apa Dampaknya Bagi Rupiah dan Seberapa Besar Risiko Gejolak Selat Hormuz