• Kamis, 4 Juni 2026

Transformasi TLKM 30 Dorong Kinerja Telkom 2025, Mengapa Return Pemegang Saham Justru Melonjak

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 13 Mei 2026 | 07:23 WIB
Telkom menegaskan fokus pada fiber, data center, dan strategic holding untuk mempercepat akselerasi transformasi bisnis. (Dok. Kreasi Dola AI)
Telkom menegaskan fokus pada fiber, data center, dan strategic holding untuk mempercepat akselerasi transformasi bisnis. (Dok. Kreasi Dola AI)

Telkom juga melakukan restatement laporan keuangan 2023 dan 2024 untuk meningkatkan akurasi klasifikasi aset dan masa manfaat.

Langkah tersebut dinilai memperkuat transparansi pelaporan keuangan serta prinsip kehati-hatian korporasi.

Baca Juga: Negosiasi Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz Berlanjut, Tiga Tanker Lolos Diam-Diam Picu Sorotan Jalur Energi Dunia

Di sisi lain, pasar merespons positif transformasi tersebut dengan Total Shareholder Return mencapai 35,7 persen sepanjang 2025.

Angka itu terdiri atas capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen.

Telkom juga mempertahankan payout ratio 89 persen untuk pembayaran tahun buku 2024.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.300 Per Dolar AS, IHSG Turun Tajam Picu Kekhawatiran Pelaku Pasar Domestik

Segmen Konsumen dan Infrastruktur Jadi Penopang Pertumbuhan Stabil

Segmen B2C tetap menjadi kontributor utama melalui kinerja Telkomsel yang membukukan pendapatan Rp109,2 triliun.

Kenaikan trafik data sebesar 15 persen secara tahunan mendorong pemulihan Average Revenue Per User pada paruh kedua 2025.

Pada 2026, fokus diarahkan pada optimalisasi harga layanan dan kualitas jaringan untuk menjaga loyalitas pelanggan.

Baca Juga: IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Investor Mulai Soroti Ketahanan Ekonomi Menghadapi Tekanan Global

Di bisnis infrastruktur, pendapatan segmen B2B Infrastructure tumbuh 9,2 persen menjadi Rp8,9 triliun.

Kontributor utama berasal dari ekspansi data center melalui NeutraDC dan penguatan konektivitas fiber nasional.

Sementara itu, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk mencatat pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin 82,2 persen.

Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Mengapa Tiga Tanker Lain Justru Berhasil Keluar Saat Negosiasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini