Telkom juga melakukan restatement laporan keuangan 2023 dan 2024 untuk meningkatkan akurasi klasifikasi aset dan masa manfaat.
Langkah tersebut dinilai memperkuat transparansi pelaporan keuangan serta prinsip kehati-hatian korporasi.
Di sisi lain, pasar merespons positif transformasi tersebut dengan Total Shareholder Return mencapai 35,7 persen sepanjang 2025.
Angka itu terdiri atas capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen.
Telkom juga mempertahankan payout ratio 89 persen untuk pembayaran tahun buku 2024.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.300 Per Dolar AS, IHSG Turun Tajam Picu Kekhawatiran Pelaku Pasar Domestik
Segmen Konsumen dan Infrastruktur Jadi Penopang Pertumbuhan Stabil
Segmen B2C tetap menjadi kontributor utama melalui kinerja Telkomsel yang membukukan pendapatan Rp109,2 triliun.
Kenaikan trafik data sebesar 15 persen secara tahunan mendorong pemulihan Average Revenue Per User pada paruh kedua 2025.
Pada 2026, fokus diarahkan pada optimalisasi harga layanan dan kualitas jaringan untuk menjaga loyalitas pelanggan.
Baca Juga: IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Investor Mulai Soroti Ketahanan Ekonomi Menghadapi Tekanan Global
Di bisnis infrastruktur, pendapatan segmen B2B Infrastructure tumbuh 9,2 persen menjadi Rp8,9 triliun.
Kontributor utama berasal dari ekspansi data center melalui NeutraDC dan penguatan konektivitas fiber nasional.
Sementara itu, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk mencatat pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin 82,2 persen.
Artikel Terkait
Purbaya Ungkap Royalti Minerba Berpotensi Naik, Pengusaha Tambang Tunggu Keputusan Final Pemerintah
BEI Awasi Dugaan Fraud TLKM Rp5 Triliun, Investigasi SEC dan DOJ Picu Sorotan Baru Terhadap Tata Kelola
Dugaan Fraud Telkom Rp5 Triliun Diselidiki Regulator AS, Apa Dampaknya Bagi Saham TLKM dan Investor
Bank Mandiri Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Melandai Pada Kuartal II 2026, Apa Dampaknya Bagi Konsumsi
Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Melambat Pada Kuartal II 2026, Bank Mandiri Ungkap Penyebab Utamanya
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Mengapa Tiga Tanker Lain Justru Berhasil Keluar Saat Negosiasi
Negosiasi Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz Berlanjut, Tiga Tanker Lolos Diam-Diam Picu Sorotan Jalur Energi Dunia
IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Investor Mulai Soroti Ketahanan Ekonomi Menghadapi Tekanan Global
Rupiah Tembus Rp17.300 Per Dolar AS, IHSG Turun Tajam Picu Kekhawatiran Pelaku Pasar Domestik
Dolar AS Sentuh Rp17.503, Apa Dampaknya Bagi Rupiah dan Seberapa Besar Risiko Gejolak Selat Hormuz