Dugaan Sedimentasi Jadi Fokus Perhatian Pengawasan Publik
Direktur Lembaga Advokasi Tambang dan Laut (Latamla), Faiz Albaar, menduga sedimentasi yang terlihat di kawasan perairan dapat berkaitan dengan tidak optimalnya sistem pengendalian lingkungan yang tersedia.
Menurut Faiz, keberadaan check dam di sepanjang aliran Kali Kukuba semestinya mampu menahan material lumpur dan pasir sebelum mencapai wilayah hilir dan pesisir Teluk Buli.
“PT FHT wajib melindungi lingkungan sekitar dari dampak aktivitas korporasi, Kali Kukuba sebagai nadi utama habitat laut di Teluk Buli harus diselamatkan dan wajib lestari,” kata Faiz.
Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Tambang (KSST), Ronald Lobloby, juga menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan keberlanjutan ekosistem pesisir.
Korporasi Dan Pemerintah Lakukan Evaluasi Kondisi Perairan
Menanggapi berbagai sorotan yang berkembang, PT Feni Halmahera Timur menyatakan telah melakukan evaluasi internal dan pemeriksaan lapangan terhadap kondisi perairan di sekitar Teluk Buli.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.812, Ichsanuddin Noorsy Ungkap Sinyal Tekanan Ekonomi Terlihat Pada Sektor Riil
Korporasi menyebut perubahan warna air diduga dipengaruhi tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Manajemen juga mengaku telah menurunkan tim teknis dan tim lingkungan untuk melakukan investigasi lanjutan serta mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian sedimentasi yang dimiliki.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur sebelumnya juga meminta langkah cepat dilakukan sembari terus memantau perkembangan kondisi lingkungan di kawasan tersebut.
Sebagai informasi, isu sedimentasi dan kualitas lingkungan di wilayah pertambangan Maluku Utara beberapa kali menjadi perhatian publik dalam sejumlah pemberitaan media nasional, terutama terkait perlindungan ekosistem pesisir yang berdekatan dengan aktivitas industri ekstraktif.
Hingga Sabtu, 30 Mei 2026, berbagai pihak masih menunggu hasil verifikasi dan evaluasi pemerintah guna memastikan penyebab pasti perubahan kondisi perairan Kali Kukuba dan Teluk Buli secara objektif dan berbasis data lapangan.****
Artikel Terkait
Wamentan Sudaryono Pastikan Ekspor Sawit Tetap Normal Meski Harga TBS Sempat Bergejolak di Berbagai Daerah
Mengapa Rupiah Terus Melemah Saat Inflasi Terkendali, Ini Penjelasan Ekonom Mengenai Kondisi Ekonomi
BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Mudahkan Transaksi Valas Masyarakat Indonesia
PSMTI Yogyakarta Punya Ketua Baru, Musprov III Soroti Regenerasi Kepemimpinan dan Arah Organisasi Daerah
Bahlil Cari Pembuat Lagu MBG Viral, Respons Santainya Justru Memicu Perhatian Publik Lebih Luas Nasional
Rupiah Tembus Rp17.812, Ichsanuddin Noorsy Ungkap Sinyal Tekanan Ekonomi Terlihat Pada Sektor Riil
Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Whoosh Nasional
Badan Ekspor Baru dan PP 21/2026 Berpotensi Tekan Penjualan Serta Profitabilitas Wilmar Cahaya Indonesia
Kejari Karawang Segel PT BAS Lagi, Temuan BPK Rp1,3 Triliun Dorong Sorotan Baru Terhadap BTN Nasional
Hari Raya Waisak 2026, BRI Peduli Tebar Kepedulian Lewat Sebanyak 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha