ekonomi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen Saat Konsumsi Lebaran dan Belanja Pemerintah Melonjak Awal Tahun 2026

Kamis, 7 Mei 2026 | 14:15 WIB
Pengamat ekonomi Handi Risza. Aktivitas ekonomi domestik meningkat seiring penyaluran THR dan program pemerintah sepanjang Triwulan I 2026 nasional. (Facebook.com @Dr Handi Risza SE, MEc)

“Pemberian Tunjangan Hari Raya yang kemudian dibelanjakan untuk makanan, minuman, pakaian, dan akomodasi menyebabkan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen,” kata Handi.

Latar belakang kenaikan konsumsi juga terlihat dalam tren mobilitas Lebaran 2026 yang meningkat dibanding tahun sebelumnya berdasarkan sejumlah laporan pemerintah dan operator transportasi nasional.

Sektor Transportasi dan Akomodasi Alami Lonjakan Pertumbuhan Signifikan

Lonjakan aktivitas mudik dan wisata domestik turut mendongkrak sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,04 persen pada Triwulan I 2026.

Baca Juga: Rupiah Bergantung Modal Asing, Mengapa Defisit Transaksi Berjalan Terus Tekan Nilai Tukar Indonesia Hingga Kini

Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi serta makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 13,14 persen secara tahunan.

Handi menilai peningkatan aktivitas masyarakat selama libur panjang menjadi katalis utama pertumbuhan sektor jasa berbasis konsumsi domestik.

Selain faktor musiman, program pemerintah juga disebut ikut memperkuat aktivitas ekonomi nasional sepanjang awal tahun 2026.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik Tajam Triwulan I 2026, Apa Dampaknya Bagi Dunia Usaha

Program Makan Bergizi Gratis, pembayaran gaji ke-14 aparatur sipil negara, pengangkatan ASN baru, serta peningkatan belanja pemerintah dinilai membantu menjaga perputaran ekonomi domestik.

“Program Makan Bergizi Gratis berhasil mendorong konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi sektor terkait,” ujar Handi.

Kontraksi Triwulanan dan Ancaman Global Masih Membayangi Indonesia

Di balik pertumbuhan tahunan yang tinggi, ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi 0,77 persen secara triwulanan dibanding Triwulan IV 2025.

Baca Juga: Teknologi Baru Tiongkok Berpotensi Ubah Peta Kekuatan Digital Dunia dan Tekan Dominasi Amerika Serikat

Handi menilai kontraksi tersebut merupakan pola musiman setelah aktivitas ekonomi biasanya mencapai puncak pada akhir tahun.

Ia juga mengingatkan adanya efek basis rendah atau low base effect karena pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya relatif lebih rendah.

“Tidak bisa dipungkiri masih terdapat efek basis rendah pada pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026,” ungkap Handi.

Halaman:

Tags

Terkini