• Kamis, 4 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.503, Apa Dampaknya Bagi Rupiah dan Seberapa Besar Risiko Gejolak Selat Hormuz

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 13 Mei 2026 | 05:00 WIB
Pergerakan kurs terbaru menempatkan rupiah di titik krusial yang menjadi perhatian investor dan otoritas moneter nasional (Dok. Kreasi Dola AI)
Pergerakan kurs terbaru menempatkan rupiah di titik krusial yang menjadi perhatian investor dan otoritas moneter nasional (Dok. Kreasi Dola AI)

Kondisi ini menjadi pembeda dibanding fase krisis terdahulu.

Pelemahan saat ini lebih dipengaruhi sentimen eksternal ketimbang pelemahan struktural ekonomi domestik.

Ia menegaskan tekanan bisa mereda jika konflik di Timur Tengah segera terkendali.

Baca Juga: Saat Audiens Menjawab Tidak, Mengapa Komunikasi Pemimpin Langsung Jadi Sorotan Viral Media Sosial

Pasar juga menunggu respons lanjutan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas kurs.

Dampak Kurs Melemah Bisa Menjalar ke Harga Konsumen

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor energi dan bahan baku industri.

Efek lanjutan dapat berupa kenaikan biaya produksi yang diteruskan ke harga barang konsumsi.

Baca Juga: Dividen PT Delta Djakarta Disorot, CBA Pertanyakan Transparansi Aliran Dana ke Kas Pemerintah DKI Jakarta

Situasi ini berisiko memicu tekanan inflasi domestik. Bagi masyarakat produktif, dampaknya dapat terasa melalui kenaikan harga transportasi dan kebutuhan pokok.

Karena itu stabilitas kurs menjadi faktor penting bagi daya beli. Pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator utama arah pasar nasional.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini