bisnis

APPRI Rilis Survei Tren Belanja Jasa PR 2026, Ungkap Perubahan Strategi Komunikasi Korporasi Indonesia

Senin, 4 Mei 2026 | 14:11 WIB
Kiri ke kanan Natalia Widiasari (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya), Sari Soegondo (Ketua Umum APPRI), Farida Makhmudah (Plt Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Perhubungan), Indriani Siswati (Deputy Head of Corporate Communications, PT. Merdeka Copper Gold), dan E (Dok. APPRI)

Fakta ini menunjukkan pasar PR Indonesia masih berkembang dengan struktur yang dinamis dan belum sepenuhnya matang.

Optimisme Tinggi Dorong Industri PR Tumbuh di Tengah Ketidakpastian

Meski menghadapi tekanan ekonomi, tingkat optimisme terhadap industri PR tetap tinggi di kalangan pelaku bisnis.

Sebanyak 52 persen responden menyatakan sangat optimis terhadap pertumbuhan sektor ini dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Baca Juga: Sidak Mentan Ungkap Data Bibit Tidak Sesuai di Manado, Pengawasan Program Pertanian Diperketat

Faktor utama pendorong optimisme adalah meningkatnya kebutuhan pengelolaan reputasi dan kompleksitas krisis komunikasi.

Selain itu, perkembangan teknologi dan data juga membuka peluang baru bagi strategi komunikasi yang lebih efektif.

APPRI menilai hasil studi ini dapat menjadi pijakan penting bagi korporasi dalam menavigasi strategi komunikasi di tengah ketidakpastian global.****

Halaman:

Tags

Terkini