THE BOTTOM LINE:
- Kenaikan harga Minyakita dipicu pergeseran pasokan ke program bantuan pangan skala besar pemerintah.
- Distribusi tidak merata membuat pasokan pasar tradisional berkurang meski stok nasional dinyatakan aman.
- Pemerintah ubah skema bantuan agar harga Minyakita stabil dan tidak mengganggu kebutuhan masyarakat
BISNISNEWS.COM - Mengapa harga Minyakita naik meski stok nasional disebut aman?
Apakah bantuan pangan justru menggerus pasokan di pasar tradisional?
Serapan Bantuan Pangan Picu Kenaikan Harga Minyakita di Pasar Tradisional
Kenaikan harga minyak goreng rakyat Minyakita dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh pergeseran pasokan untuk program bantuan pangan pemerintah.
Baca Juga: Ketimpangan Ekonomi 2026 Menguat Saat Kekayaan 50 Orang Terkaya Setara 55 Juta Penduduk Nasional
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menjelaskan bahwa distribusi bantuan kepada jutaan penerima manfaat menyerap volume besar dari pasar tradisional.
“Karena ada bantuan pangan 33 juta penerima, kali dua bulan, kali dua liter, itu banyak sekali yang terserap dari pasar tradisional,” kata Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu (22/04/2026).
Ia menegaskan kondisi tersebut menyebabkan suplai di pasar berkurang sehingga mendorong kenaikan harga di sejumlah wilayah.
Permintaan Tinggi Perluas Distribusi Hingga Ritel Modern Secara Signifikan
Selain program bantuan, lonjakan permintaan dari masyarakat juga memperluas distribusi Minyakita hingga ke ritel modern.
Zulkifli Hasan menyebut Minyakita awalnya dirancang sebagai pengganti minyak curah yang difokuskan untuk pasar tradisional.
Namun, tingginya minat masyarakat membuat produk tersebut turut diserap oleh kanal distribusi lain di luar skema awal.
Kondisi ini memperketat pasokan di pasar tradisional yang menjadi target utama kebijakan minyak goreng rakyat.