• Kamis, 4 Juni 2026

Kepergian Elon Musk ke Tiongkok Saat Sidang OpenAI Picu Sorotan Hukum Baru di Tengah Perseteruan Panjang

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Minggu, 17 Mei 2026 | 05:00 WIB
Elon Musk Tinggalkan AS Saat Sidang OpenAI Memanas, Apa Dampaknya Bagi Gugatan Besar Melawan Sam Altman  (Instagram.com @elon_ofical)
Elon Musk Tinggalkan AS Saat Sidang OpenAI Memanas, Apa Dampaknya Bagi Gugatan Besar Melawan Sam Altman (Instagram.com @elon_ofical)

“Dia menyesal tidak bisa hadir,” ujar Molo, seperti dikutip The Verge.

Selama proses pemeriksaan sebelumnya, Musk beberapa kali terlihat emosional ketika menjawab pertanyaan tim hukum OpenAI.

Baca Juga: Trump Balas Sindiran Xi Jinping Saat Pertemuan Beijing, Apa Arti Pernyataan Kemunduran AS Bagi Masa Depan

Ia dinilai kesulitan mempertahankan sejumlah klaim, termasuk soal pengembangan artificial general intelligence di Tesla dan besaran dana yang pernah dikucurkan ke OpenAI.

Musk juga mengakui tidak membaca rinci dokumen restrukturisasi OpenAI yang dibagikan Altman.

Hakim Yvonne Gonzalez Rogers, yang memimpin perkara ini, bahkan sempat memerintahkannya berhenti mengomentari jalannya sidang melalui media sosial.

Baca Juga: Pemerintah Percepat Pengolahan Sampah Nasional Lewat RDF dan PSEL untuk Menjawab Darurat Sampah

Konflik Lama OpenAI Kini Masuk Babak Penentuan

Perseteruan ini berakar dari gugatan Musk terhadap OpenAI yang menuding korporasi tersebut menyimpang dari misi awal sebagai organisasi nirlaba pengembang kecerdasan buatan untuk kepentingan publik.

Sebagai informasi latar, Musk merupakan salah satu pendiri OpenAI pada 2015 sebelum hengkang pada 2018 karena perbedaan arah strategi.

Sejak OpenAI menjalin kemitraan besar dengan Microsoft dan mempercepat komersialisasi AI generatif, kritik Musk terhadap arah korporasi itu semakin terbuka.

Baca Juga: Era AGI Mengubah Arah Investasi Global, Bursa Indonesia Dinilai Perlu Strategi Baru untuk Menarik Investor Asing

Kepergiannya ke Tiongkok di tengah sidang kini dinilai menambah tekanan hukum sekaligus memperkuat perhatian global terhadap konflik yang berpotensi memengaruhi peta industri AI dunia.****

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini