THE BOTTOM LINE:
- Silmy Karim menyerahkan diri ke KPK setelah sempat dicari penyidik dalam pengembangan OTT Imigrasi Jakarta Barat.
- Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat termasuk pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.
- OTT Imigrasi Jakarta Barat mengamankan sejumlah pejabat dan pihak swasta terkait dugaan praktik korupsi.
BISNISNEWS.COM - Mengapa Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim sempat dicari penyidik KPK sebelum akhirnya muncul di Gedung Merah Putih?
Apa kaitan kedatangannya menjelang tengah malam dengan operasi tangkap tangan yang menyeret pejabat Imigrasi Jakarta Barat dan menjadi perhatian publik nasional?
Pencarian KPK Berujung Kedatangan Silmy Karim Ke Gedung Merah Putih
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, akhirnya mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu, 3 Juni 2026 malam.
Kedatangannya terjadi setelah KPK sebelumnya mengonfirmasi bahwa Silmy termasuk pihak yang sedang dicari dalam rangkaian operasi tangkap tangan terkait dugaan praktik korupsi di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat.
Berdasarkan pantauan, Silmy tiba sekitar pukul 22.40 WIB dan langsung memasuki gedung KPK tanpa memberikan penjelasan panjang kepada awak media.
KPK Sebelumnya Mengaku Sudah Mengetahui Lokasi Keberadaan Silmy
Sebelum Silmy datang ke KPK, lembaga antirasuah itu mengaku telah memperoleh informasi mengenai keberadaan yang bersangkutan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tim penyidik memperoleh informasi bahwa Silmy berada di Jakarta dan sekitarnya.
"Informasi terakhir yang tim dapatkan berkaitan dengan keberadaan saudara SK yang bersangkutan diduga berada di Jakarta dan sekitarnya," kata Budi Prasetyo.
Budi juga meminta agar pihak yang dicari dalam perkara tersebut bersikap kooperatif.
"Dalam kesempatan ini juga mengimbau kepada yang bersangkutan agar kooperatif barangkali bisa menyerahkan diri kepada KPK sehingga dapat membantu proses penanganan perkara ini," ujarnya.
Artikel Terkait
Penghapusan PPh Final UMKM Untuk CV Dan PT Ubah Peta Pertumbuhan Usaha Kecil Nasional
Dadan Hindayana Dicopot, Kejaksaan Agung Selidiki Dugaan Jual Beli Dapur MBG dan Tata Kelola BGN
Kasus Korupsi MBG Memasuki Babak Baru Setelah Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Ditahan
Rupiah Nyaris Rp18.000 Per Dolar AS, Mengapa Tekanan Pasar Global Kini Semakin Mengkhawatirkan Investor
Menkeu Ungkap Strategi Jaga Fondasi Ekonomi Saat Ancaman Global Kian Menguat pada Tahun 2026
IHSG Terendah Lima Tahun, Mengapa Investor Global Mulai Menjauhi Pasar Saham Indonesia Saat Ini?
Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS, Mengapa Tekanan Global Kini Jadi Sorotan Utama Investor Indonesia
Prabowo Sampaikan Terima Kasih Kepada Petugas Makan Bergizi Gratis yang Bertugas Hingga Pelosok Terpencil
Tujuh Dekade Asuransi Astra; Menjaga Kepercayaan, Memberikan Ketenangan
Rupiah Bisa Terus Melemah Setelah Juni 2026, CBA Pertanyakan Optimisme Perry Warjiyo dan Prospek Pemulihannya