finansial

Pelemahan Rupiah dan Konflik Timur Tengah, Tekanan Kurs Kini Dinilai Lebih Berat Bagi Perekonomian

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:30 WIB
Akademisi FEB UGM menjelaskan faktor global dan domestik yang memicu tekanan rupiah serta ancamannya terhadap daya beli masyarakat. (Dok. Kreasi Dola AI) (Dok. Kreasi Dola AI)

Menurutnya, menjaga suku bunga tetap kompetitif penting agar aktivitas ekonomi dan pembiayaan domestik tetap bergerak.

Di sisi lain, stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas untuk menahan gejolak pasar keuangan.

Baca Juga: Kontainer Misterius dì Tanjung Mas Disita KPK, Apa Kaitannya dengan Kasus Korupsi Importasi Ditjen Bea Cukai

“Pendekatan ini menurut saya cukup rasional, karena mencoba menjaga keseimbangan antara stabilitas makro dan momentum pertumbuhan ekonomi domestik,” katanya.

Ia menekankan disiplin fiskal, penguatan sektor domestik, dan pengurangan ketergantungan impor pangan serta energi harus menjadi agenda utama.

Rijadh juga menilai momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan.****

Halaman:

Tags

Terkini