Menurutnya, menjaga suku bunga tetap kompetitif penting agar aktivitas ekonomi dan pembiayaan domestik tetap bergerak.
Di sisi lain, stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas untuk menahan gejolak pasar keuangan.
“Pendekatan ini menurut saya cukup rasional, karena mencoba menjaga keseimbangan antara stabilitas makro dan momentum pertumbuhan ekonomi domestik,” katanya.
Ia menekankan disiplin fiskal, penguatan sektor domestik, dan pengurangan ketergantungan impor pangan serta energi harus menjadi agenda utama.
Rijadh juga menilai momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan.****