finansial

Rupiah Tembus Rp17.400, Dosen UGM Ungkap Faktor Global dan Risiko Besar Ekonomi Indonesia Saat Ini

Kamis, 7 Mei 2026 | 09:21 WIB
Dosen FEB UGM Eddy Junarsin. meminta pemerintah menjaga komunikasi kebijakan demi mempertahankan kepercayaan publik dan investor nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)

Ia menekankan kebijakan moneter harus dijalankan secara bertahap dan hati-hati agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang.

Kepercayaan Investor Jadi Kunci Stabilitas Rupiah Dan Ekonomi Nasional

Eddy menilai tekanan terhadap rupiah saat ini masih bersifat jangka pendek, namun berpotensi membesar jika tidak dikelola dengan baik.

Ia mengingatkan risiko destabilizing speculation dapat muncul ketika pelaku pasar bereaksi berlebihan akibat kepanikan.

Baca Juga: KEK Bali Fokus Sektor Keuangan, Insentif Fiskal Disiapkan Dongkrak Daya Saing Ekonomi Nasional Indonesia

“Tekanan rupiah saat ini bersifat jangka pendek, namun jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan destabilizing speculation,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Ugm.ac.id.

Karena itu, pemerintah perlu menjaga komunikasi kebijakan secara konsisten untuk mempertahankan kepercayaan publik dan investor.

Kepastian hukum, stabilitas politik, serta insentif usaha dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.

Sebagai latar belakang, tekanan rupiah sebelumnya juga terjadi saat gejolak global meningkat, terutama ketika kebijakan moneter Amerika Serikat mengetat dan harga komoditas energi melonjak.****

Halaman:

Tags

Terkini