Kondisi ini menjadi pembeda dibanding fase krisis terdahulu.
Pelemahan saat ini lebih dipengaruhi sentimen eksternal ketimbang pelemahan struktural ekonomi domestik.
Ia menegaskan tekanan bisa mereda jika konflik di Timur Tengah segera terkendali.
Baca Juga: Saat Audiens Menjawab Tidak, Mengapa Komunikasi Pemimpin Langsung Jadi Sorotan Viral Media Sosial
Pasar juga menunggu respons lanjutan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas kurs.
Dampak Kurs Melemah Bisa Menjalar ke Harga Konsumen
Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor energi dan bahan baku industri.
Efek lanjutan dapat berupa kenaikan biaya produksi yang diteruskan ke harga barang konsumsi.
Situasi ini berisiko memicu tekanan inflasi domestik. Bagi masyarakat produktif, dampaknya dapat terasa melalui kenaikan harga transportasi dan kebutuhan pokok.
Karena itu stabilitas kurs menjadi faktor penting bagi daya beli. Pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator utama arah pasar nasional.****