Selain menekan pengeluaran, masyarakat juga disarankan mulai memperkuat instrumen investasi yang relatif aman dan sesuai profil risiko masing-masing individu.
Sucipto menilai diversifikasi aset menjadi penting agar masyarakat tidak bergantung pada satu sumber pendapatan ketika kondisi ekonomi mengalami tekanan berkepanjangan.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Meski BI Rate Naik, Pasar Mulai Khawatir Dampak Ekonomi Nasional
Kenaikan Harga Impor Berpotensi Memicu Inflasi Dalam Negeri Berkepanjangan
Pelemahan rupiah terhadap Dolar AS biasanya meningkatkan biaya impor pangan, energi, hingga bahan baku industri nasional dalam waktu relatif cepat.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga produk konsumsi masyarakat karena korporasi harus menyesuaikan biaya produksi yang meningkat.
Menurut Sucipto, masyarakat perlu memahami bahwa dampak pelemahan rupiah tidak selalu langsung terlihat dalam satu waktu tertentu.
“Efek pelemahan rupiah biasanya muncul bertahap melalui kenaikan harga barang dan tekanan inflasi beberapa waktu kemudian,” katanya.
Ia menambahkan literasi keuangan menjadi faktor penting agar masyarakat tidak mudah terjebak keputusan ekonomi yang merugikan saat situasi global bergejolak.
Bank Sentral dan Pemerintah Terus Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional Domestik
Dikutip dari laman resmi Unair.ac.id, dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen global seperti kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik dunia.
Baca Juga: Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
Sejumlah media nasional sebelumnya juga melaporkan tekanan kurs meningkat akibat arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bank Indonesia sebelumnya menegaskan stabilitas rupiah tetap dijaga melalui intervensi pasar valuta asing dan penguatan instrumen moneter domestik.
Di tengah tekanan global tersebut, masyarakat diimbau tetap tenang serta mengutamakan pengelolaan keuangan yang terukur dan rasional untuk menjaga kestabilan finansial keluarga.
Artikel Terkait
Seleksi Ketat P3MD Saring 6.000 Peserta Jadi Pemimpin Masa Depan BUMN Pilihan Pemerintah Indonesia
Diplomasi Dagang Indonesia dngan Tiongkok Fokus Perkuat Rantai Pasok Global Strategis Nasional Tahun 2026
Diskusi Paramadina Bahas Kritik The Economist Terhadap Demokrasi dan Stabilitas Ekonomi Indonesia Terkini
Rp100 Miliar APBN untuk Sapi Presiden Prabowo Jadi Sorotan Publik Jelang Distribusi Kurban Nasional Tahun Ini
Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 30 Mei 2026 Saat Ritual Suci Yadnya Kasada yang Digelar Masyarakat Tengger
Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Meski BI Rate Naik, Pasar Mulai Khawatir Dampak Ekonomi Nasional
Purbaya Heran Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS Meski Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat Stabil
300 Titik Tambang Emas Ilegal Sumbar Bertahan Karena Cadangan Aluvial Dinilai Masih Sangat Melimpah
BlackRock Ungkap Investor Global Kini Fokus Buru Korporasi Tambang Jumbo Demi Stabilitas Investasi Jangka Panjang