• Kamis, 4 Juni 2026

Realisasi Investasi Hilirisasi 2026 Naik 8,2 Persen, Pemerataan Ekonomi Luar Jawa Semakin Terlihat Signifikan

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Jumat, 24 April 2026 | 22:00 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menilai industri nikel sebagai kontributor utama investasi hilirisasi Indonesia mencapai Rp41,5 triliun pada awal 2026. (Facebook.com @Rosan Perkasa)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menilai industri nikel sebagai kontributor utama investasi hilirisasi Indonesia mencapai Rp41,5 triliun pada awal 2026. (Facebook.com @Rosan Perkasa)

Rosan menekankan pentingnya mendorong peningkatan investasi di sektor non-mineral guna menciptakan keseimbangan struktur ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan.

Distribusi Investasi Luar Jawa Perkuat Pemerataan Ekonomi Antar Wilayah Nasional

Sebanyak 75,5% investasi hilirisasi atau Rp111,4 triliun terealisasi di luar Jawa, menunjukkan arah kebijakan pemerataan pembangunan ekonomi nasional.

Baca Juga: Terungkap Dugaan Korupsi Cukai Rokok, KPK Dalami Peran Pengusaha dan Oknum Bea Cukai Kemenkeu

Sulawesi Tenggara mencatat realisasi terbesar Rp24,1 triliun, disusul Maluku Utara Rp18,6 triliun, serta Nusa Tenggara Barat Rp12,9 triliun.

Rosan menyebut distribusi ini mencerminkan keberhasilan strategi pemerintah dalam mendorong investasi ke wilayah berbasis sumber daya dan kawasan industri baru.

Prospek Hilirisasi Perikanan dan Kelautan Dinilai Masih Sangat Terbuka Lebar

Sektor perikanan dan kelautan mencatat investasi Rp1,7 triliun, relatif kecil namun memiliki potensi pertumbuhan yang besar ke depan.

Baca Juga: Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Negosiasi dengan Iran di Tengah Konflik Timur Tengah

Komoditas seperti tuna, udang, rumput laut, dan garam dinilai memiliki peluang ekspansi melalui pengembangan industri pengolahan berbasis hilirisasi.

“Kita melihat investasi hilirisasi perikanan dan kelautan bisa meningkat pada semester depan,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sebagai latar belakang, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir konsisten mendorong hilirisasi sebagai strategi utama meningkatkan nilai tambah ekspor dan mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah.****

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini