• Kamis, 4 Juni 2026

Saat Audiens Menjawab Tidak, Mengapa Komunikasi Pemimpin Langsung Jadi Sorotan Viral Media Sosial

Photo Author
Budi Purnomo, Bisnisnews.com
- Senin, 11 Mei 2026 | 06:46 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto di panggung perayaan May Day 2026, di Lapangan Monas, Jakarta. (Dok. Bakom RI)
Presiden RI Prabowo Subianto di panggung perayaan May Day 2026, di Lapangan Monas, Jakarta. (Dok. Bakom RI)

Lingkungan Internal Tertutup Dinilai Memicu Salah Membaca Opini Publik

Budi Purnomo menjelaskan banyak kegagalan komunikasi publik berakar dari lingkungan internal yang terlalu didominasi pandangan positif.

Lingkaran pendukung sering menyampaikan informasi yang menyenangkan sehingga pemimpin merasa seluruh audiens akan memberikan dukungan seragam dalam setiap forum.

Baca Juga: Vonis Bebas Kasus Kredit PT Sritex Bikin Kejagung Pelajari Langkah Hukum Berikutnya Secara Mendalam

Fenomena echo chamber kemudian diperkuat algoritma media sosial yang cenderung memperlihatkan pandangan searah kepada pengguna tertentu secara terus-menerus.

Akibatnya, sebagian tokoh publik kehilangan gambaran utuh mengenai perubahan sentimen masyarakat yang berkembang cepat menjelang kemunculan publik mereka.

Karena itu, pemetaan opini dan social listening dianggap menjadi kebutuhan penting sebelum tampil dalam acara dengan partisipasi massa besar.

Baca Juga: Bank BJB Gandeng PT Taspen Percepat Layanan Pembayaran Pensiun Digital Lebih Aman dan Praktis

Kemampuan Merespons Kritik Menjadi Ukuran Kepemimpinan Era Digital Terbuka

Budi Purnomo menilai pemimpin modern tidak cukup hanya tampil meyakinkan saat seluruh audiens memberikan dukungan positif.

Kemampuan merespons kejutan spontan secara tenang justru dinilai lebih menentukan tingkat kepercayaan publik dalam jangka panjang terhadap seorang pemimpin.

Strategi dialog terbuka, validasi kritik, dan empati dianggap mampu mengurangi ketegangan sekaligus menjaga kredibilitas komunikasi di depan publik luas.

Baca Juga: OJK Panggil Pemegang Saham KoinP2P Usai Penahanan Pengurus, Bagaimana Nasib Dana Lender dan Operasional

Selain itu, humor ringan dan sikap autentik disebut lebih efektif dibanding pendekatan komunikasi yang terlalu formal dan defensif di atas panggung.

Di era media sosial terbuka, publik dinilai lebih menghargai pemimpin yang mampu mendengar kritik dibanding mempertahankan citra tanpa ruang dialog.

Penyebaran Video Pendek Perbesar Risiko Reputasi Tokoh Nasional Modern

Data konsumsi media digital sepanjang 2025 menunjukkan video pendek menjadi format dominan dalam pola penyebaran informasi masyarakat Indonesia saat ini.

Baca Juga: Danantara Percepat Transformasi Digital BUMN demi Pangkas Biaya Teknologi Hingga 40 Persen Secara Nasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini