finansial

IHSG Menguat 1,10 Persen Saat Saham Energi dan Basic Materials Pimpin Rally Bursa Domestik Nasional

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup menguat 1,10 persen pada Jumat sore. (Facebook.com @Airlangga Hartarto)

Pergerakan ini mencerminkan rotasi dana investor menuju sektor berbasis komoditas yang dinilai lebih tahan terhadap ketidakpastian pasar global.

Sempat dibuka melemah pada awal perdagangan, IHSG berhasil berbalik arah dan bertahan di zona hijau hingga akhir sesi kedua perdagangan.

Baca Juga: Dugaan Peretasan Mobile Banking BCA Ramai Dibahas, Data Nasabah Disebut Dijual di Forum Dark Web Internasional

Airlangga Tegaskan Koreksi Pasar Bukan Dipicu Isu Danantara Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penguatan IHSG menunjukkan kondisi pasar saham domestik masih relatif stabil.

Airlangga menyebut koreksi sebelumnya dipicu keluarnya salah satu emiten dari lembaga pemeringkat sehingga memengaruhi psikologis pasar sementara waktu.

“Pertama, lihat IHSG hari ini hijau,” ujar Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (22/05/2026).

Baca Juga: Airlangga Pastikan Pelaku Usaha Tetap Aman Hadapi Aturan Baru Ekspor Komoditas SDA Strategis Nasional

Menurut Airlangga, koreksi pasar merupakan dinamika yang wajar dalam perdagangan saham dan tidak berkaitan dengan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia.

Airlangga juga membantah anggapan bahwa tekanan IHSG dipengaruhi neraca perdagangan yang mengalami defisit dalam beberapa periode terakhir.

Investor Pantau Stabilitas Pasar Saham dan Sentimen Ekonomi Nasional Terkini

Penguatan IHSG terjadi setelah pasar domestik mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa hari perdagangan terakhir akibat sentimen global dan aksi ambil untung investor.

Baca Juga: IHSG Anjlok Setelah Rencana BUMN Ekspor SDA Muncul, Investor Soroti Risiko Regulasi Baru Nasional

Sebelumnya, sejumlah analis pasar menilai tekanan terhadap indeks dipicu kombinasi faktor eksternal, termasuk pergerakan suku bunga global dan fluktuasi harga komoditas.

Namun rebound sektor energi dan barang baku memperlihatkan minat investor terhadap saham berbasis komoditas masih cukup kuat di tengah ketidakpastian pasar.

Pelaku pasar kini menantikan konsistensi penguatan IHSG pada awal pekan depan untuk melihat apakah momentum rebound dapat berlanjut lebih panjang.

Baca Juga: Prabowo Desak Reformasi Bea Cukai Setelah Sidang KPK Seret Nama Djaka Budi Utama Dalam Dugaan Suap

Halaman:

Tags

Terkini