THE BOTTOM LINE:
- IHSG ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.162,05 setelah saham energi dan barang baku mengalami rebound signifikan.
- Sektor barang baku melesat 6,74 persen dan energi naik 4,82 persen, memimpin penguatan mayoritas indeks sektoral BEI.
- Pemerintah menilai koreksi pasar sebelumnya masih wajar dan bukan dipicu isu PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
BISNISNEWS.COM - Apakah penguatan IHSG menandai berakhirnya tekanan pasar saham domestik pekan ini?
Mengapa saham energi dan barang baku justru menjadi motor kebangkitan bursa saat sentimen global masih bergejolak?
IHSG Bangkit Setelah Sempat Menyentuh Level Psikologis Penting Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat 67,11 poin menjadi 6.162,05 pada perdagangan Jumat (22/05/2026), setelah sempat tertekan hingga menyentuh level 5.966,86.
Baca Juga: BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Hingga Rp17.700 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Penguatan tersebut didorong rebound saham sektor energi dan barang baku yang memimpin kenaikan hampir seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia.
Kelompok saham unggulan LQ45 juga ikut menguat sebesar 4,04 poin ke posisi 620,44, menandakan minat beli mulai kembali masuk ke pasar domestik.
IHSG menguat seiring rally saham energi dan basic materials yang menopang pergerakan indeks pada akhir perdagangan.
Baca Juga: Viral Dugaan Kebocoran Data Mobile Banking BCA di Dark Web, Isu Peretasan Picu Kekhawatiran Nasabah
Penguatan mayoritas sektor menunjukkan pelaku pasar mulai merespons positif valuasi saham yang sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam.
Saham Energi dan Barang Baku Pimpin Penguatan Bursa Domestik Nasional
Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, sektor barang baku mencatat penguatan tertinggi sebesar 6,74 persen sepanjang perdagangan Jumat.
Sektor energi menyusul dengan kenaikan 4,82 persen, sedangkan sektor barang konsumen nonprimer naik sebesar 2,43 persen pada penutupan perdagangan.
Baca Juga: Sentralisasi Ekspor SDA dan Pembentukan Danantara DSI Picu Koreksi Tajam IHSG pada Perdagangan Kamis
Hanya sektor keuangan yang masih terkoreksi tipis sebesar 0,07 persen, di tengah aksi selektif investor terhadap saham perbankan besar.