finansial

Dugaan Peretasan Mobile Banking BCA Ramai Dibahas, Data Nasabah Disebut Dijual di Forum Dark Web Internasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 21:35 WIB
Viral dugaan kebocoran data nasabah di dark web yang memicu kekhawatiran keamanan transaksi digital dan risiko phishing pengguna layanan perbankan Indonesia, Gedung BCA jadi perhatian publik. (Dok. Bca.co.id)

Unggahan akun tersebut juga menyebut Indonesia menjadi salah satu target serangan siber karena pertumbuhan transaksi digital, fintech, dan mobile banking yang terus meningkat.

Fenomena meningkatnya ancaman siber sebelumnya juga beberapa kali menjadi sorotan media nasional setelah muncul kasus dugaan kebocoran data pada sektor layanan publik dan digital nasional.

Baca Juga: IHSG Tinggalkan Level 6100 Usai Pemerintah Bentuk Badan Pengawas Ekspor Komoditas Strategis Nasional

BCA Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data dari Sistem Korporasi Mereka

Merespons viralnya isu tersebut, manajemen BCA menyampaikan klarifikasi resmi terkait dugaan kebocoran data nasabah mobile banking yang beredar di media sosial.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan korporasi telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap klaim tersebut.

“Kami telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA,” ujar Hera dalam keterangannya pada Jumat, 22/05/2026.

Baca Juga: Danantara Masuk Ekspor SDA Nasional, Apa Dampaknya Bagi Sawit dan Tambang dalam Skema Baru

Hera juga menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai kebocoran data nasabah dinyatakan tidak benar berdasarkan hasil penelusuran internal korporasi.

“Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kami memastikan bahwa data nasabah tetap aman,” kata Hera.****

Halaman:

Tags

Terkini