finansial

Rupiah Melemah ke Rp17.700, Airlangga Ungkap Faktor Global dan Musim Dividen Tekan Nilai Tukar Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 | 19:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto: Nilai tukar rupiah menunjukkan tekanan terhadap mata uang nasional akibat tingginya permintaan Dolar AS dan harga minyak global. (Facebook.com @Airlangga Hartarto)

Pemerintah kini terus mencermati perkembangan geopolitik dan respons pasar internasional.

Pemerintah Optimistis Semester Dua Hadirkan Ruang Pemulihan

Meski tekanan masih terasa, Airlangga menyampaikan optimisme bahwa kondisi rupiah dapat membaik pada semester II tahun ini.

“Mudah-mudahan semester II bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Daya Beli, Tekanan Dolar AS Kini Terasa Sampai Pasar Tradisional

Optimisme tersebut bertumpu pada potensi meredanya tekanan eksternal serta penyesuaian permintaan valuta asing musiman.

Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Arah kebijakan Bank Indonesia dinilai menjadi salah satu faktor penentu sentimen pasar berikutnya.

Baca Juga: Mengapa Rupiah Terus Melemah Menuju Rp18.000? Anthony Budiawan Soroti Defisit Transaksi Berjalan

Stabilitas rupiah tetap menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan inflasi, biaya impor, dan iklim investasi nasional.****

Halaman:

Tags

Terkini