finansial

Rupiah Melemah ke Rp17.700, Airlangga Ungkap Faktor Global dan Musim Dividen Tekan Nilai Tukar Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 | 19:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto: Nilai tukar rupiah menunjukkan tekanan terhadap mata uang nasional akibat tingginya permintaan Dolar AS dan harga minyak global. (Facebook.com @Airlangga Hartarto)

“Sesudah laporan keuangan, pembayaran dividen kebanyakan terjadi pada bulan-bulan ini, sehingga permintaannya sedang tinggi,” katanya.

Fenomena ini kerap terjadi setiap tahun dan menjadi faktor musiman yang memengaruhi stabilitas kurs rupiah.

Baca Juga: Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik

Pada penutupan perdagangan Selasa, rupiah tercatat melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.706 per Dolar AS.

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per Dolar AS.

Data ini menunjukkan tekanan masih berlangsung meski otoritas moneter terus memantau dinamika pasar.

Baca Juga: Rupiah Terus Tertekan, Didik J Rachbini Menilai Reformasi Institusi Jadi Kunci Penguatan Nilai Tukar Indonesia

Dalam beberapa pemberitaan sebelumnya, pelemahan kurs juga dikaitkan dengan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter domestik.

Harga Minyak Dunia Menambah Beban Stabilitas Ekonomi Nasional

Kenaikan harga minyak global menjadi faktor eksternal lain yang memperberat tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Harga minyak yang bertahan di atas 100 Dolar AS per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap beban subsidi energi nasional.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Didik J Rachbini Ungkap Pelajaran Era Habibie yang Relevan untuk Memulihkan Kepercayaan Pasar

Airlangga menilai kombinasi lonjakan permintaan Dolar AS dan harga minyak tinggi menjadi tekanan kuat terhadap pasar keuangan domestik.

Kondisi ini juga berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Tekanan serupa pernah terjadi pada periode gejolak energi global yang berdampak pada pelemahan mata uang negara berkembang.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Didik J Rachbini Ungkap Pelajaran Era Habibie yang Relevan untuk Memulihkan Kepercayaan Pasar

Halaman:

Tags

Terkini