finansial

Panda Bond dan Fiskal Indonesia, Apa Makna Di Balik Narasi Keuangan Negara Kuat di Tengah Lonjakan Utang

Senin, 18 Mei 2026 | 19:00 WIB
Managing Director PEPS, Anthony Budiawan memaparkan analisis terbaru tentang tekanan fiskal Indonesia yang memicu sorotan terhadap stabilitas APBN 2026 dan keberlanjutan pembiayaan negara. (Dok. Instagram @anthony _budiawan)

Menurut dia, langkah intervensi berpotensi menciptakan distorsi harga sehingga yield tidak lagi mencerminkan risiko fundamental.

Ia menilai pemerintah hampir mustahil menggunakan dana APBN secara langsung untuk pembelian kembali obligasi sebelum jatuh tempo.

Karena itu, opsi intervensi melalui Bank Indonesia atau bank-bank Himbara dinilai berisiko terhadap keseimbangan kelembagaan fiskal dan moneter.

Baca Juga: CBA Soroti Kasus 28 Korporasi Sumatera, Akankah Polri Buka Progres Pengusutan Dugaan Kerusakan Lingkungan

“Bank Indonesia berisiko berubah menjadi institusi pembiayaan fiskal,” ujar Anthony Budiawan.

Ia mengingatkan bahwa intervensi berlebihan justru bisa memicu tekanan jual apabila investor menilai harga obligasi tidak lagi mencerminkan kondisi pasar.****

Halaman:

Tags

Terkini