Dampak Pandemi Menahan Laju Namun Peluang Akselerasi Masih Terbuka Lebar
Airlangga Hartarto mengakui bahwa sejak 2014, rata-rata pertumbuhan IHSG melandai di kisaran 5 hingga 6 persen akibat tekanan global dan pandemi COVID-19.
Pandemi menjadi faktor utama yang menahan akselerasi pasar modal, termasuk penurunan aktivitas ekonomi dan ketidakpastian global yang berkepanjangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi dan Investigasi Menyeluruh
Namun, ia melihat momentum pemulihan ekonomi saat ini membuka peluang bagi pasar modal untuk kembali tumbuh lebih agresif dalam beberapa tahun ke depan.
Optimisme tersebut diperkuat dengan meningkatnya kepercayaan investor serta kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Program Investasi Ritel Jadi Kunci Perluasan Basis Investor Domestik Nasional
Peluncuran program investasi terencana dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas basis investor ritel di Indonesia.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan serta mendorong masyarakat berinvestasi secara konsisten dalam jangka panjang.
Airlangga Hartarto menilai peningkatan partisipasi investor domestik akan menjadi penopang utama stabilitas pasar modal nasional ke depan.
Dengan basis investor yang kuat, volatilitas pasar dapat ditekan sehingga mendukung pertumbuhan indeks secara berkelanjutan dalam jangka panjang.****