THE BOTTOM LINE:
- Optimisme IHSG 28.000 dinilai realistis dengan dukungan pertumbuhan ekonomi dan kebijakan pasar modal yang semakin kuat.
- Pengalaman historis lonjakan IHSG menjadi dasar keyakinan pemerintah terhadap potensi kenaikan signifikan hingga 2030.
- Perluasan investor domestik melalui program investasi jadi kunci menjaga stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.
BISNISNEWS.COM - Apakah target IHSG menembus 28.000 realistis di tengah dinamika global yang tidak pasti saat ini?
Mampukah pasar modal Indonesia kembali mencatat pertumbuhan dua digit seperti era sebelum pandemi dan krisis global?
Proyeksi IHSG 28.000 Dinilai Realistis dengan Dukungan Fundamental Ekonomi Nasional
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut positif proyeksi IHSG mencapai 28.000 pada 2029-2030 yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (27/4/2026).
Airlangga Hartarto menilai target kenaikan indeks hingga empat kali lipat masih berada dalam koridor realistis dengan dukungan fundamental ekonomi nasional yang solid.
Ia menyebut pertumbuhan indeks saham tidak lepas dari stabilitas makroekonomi, reformasi struktural, serta peningkatan partisipasi investor domestik yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kilas Balik Pertumbuhan IHSG dari 1.000 Ke 4.200 dalam Sembilan Tahun
Airlangga Hartarto mengingatkan bahwa lonjakan indeks pernah terjadi saat dirinya menjabat Ketua Asosiasi Emiten Indonesia AEI pada periode 2004 hingga 2013.
Dalam kurun waktu tersebut, IHSG mampu naik dari level 1.000 menjadi sekitar 4.200 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam waktu relatif singkat.
Menurut Airlangga Hartarto, pengalaman historis tersebut menjadi dasar optimisme bahwa pertumbuhan serupa bahkan lebih tinggi masih bisa dicapai dalam dekade mendatang.
Ia menegaskan bahwa pertumbuhan tahunan sebesar 15 hingga 20 persen bukan hal yang mustahil jika didukung kebijakan yang tepat dan kondisi pasar yang kondusif.