finansial

OJK Ungkap Kondisi Likuiditas Valas Bank Indonesia Stabil di Tengah Tekanan Global dan Fluktuasi Rupiah

Minggu, 26 April 2026 | 09:00 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. Koordinasi OJK dan Bank Indonesia menjaga stabilitas pasar valas domestik dari tekanan eksternal global. (Dok. Kreasi Dola AI)

Koordinasi OJK dan Bank Indonesia Jaga Stabilitas Pasar Valas

OJK menegaskan pentingnya koordinasi erat dengan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas likuiditas valas di pasar domestik.

Langkah ini dilakukan melalui berbagai instrumen moneter seperti swap, repo, dan intervensi pasar untuk memastikan kecukupan likuiditas.

Baca Juga: Realisasi Investasi Hilirisasi 2026 Naik 8,2 Persen, Pemerataan Ekonomi Luar Jawa Semakin Terlihat Signifikan

Pendekatan terintegrasi ini bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memastikan kebutuhan valas korporasi tetap terpenuhi.

Kebijakan ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya kewajiban utang luar negeri sektor korporasi yang sensitif terhadap fluktuasi kurs.

Korporasi Diminta Perkuat Strategi Lindung Nilai dan Manajemen Risiko

OJK mendorong korporasi untuk meningkatkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya terkait utang luar negeri.

Baca Juga: Sengketa CMNP Vs MNC Asia Holding Berakhir, Hakim Nyatakan Perbuatan Melawan Hukum dalam Transaksi Lama

Langkah tersebut meliputi penerapan lindung nilai (hedging), menjaga kecukupan likuiditas, serta memastikan kualitas dan peringkat utang tetap terjaga.

Upaya ini dinilai penting untuk memitigasi risiko nilai tukar dan potensi tekanan pembiayaan di tengah ketidakpastian global.

“Dengan kombinasi penguatan internal perbankan dan pengelolaan risiko korporasi, kebutuhan valas tetap dapat dipenuhi tanpa mengganggu stabilitas,” ujar Dian.

Baca Juga: Hoaks 750 Dapur MBG Seret Nama Uya Kuya, Sayembara Diluncurkan Bantu Polisi Ungkap Pelaku

Stabilitas Sistem Keuangan Jadi Prioritas di Tengah Ketidakpastian Global

Sebagai latar belakang, tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga global dan volatilitas pasar.

Sejumlah laporan sebelumnya menunjukkan bahwa ketahanan sektor perbankan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

OJK menilai bahwa sinergi kebijakan dan disiplin manajemen risiko menjadi kunci utama menghadapi dinamika pasar global.

Baca Juga: Uya Kuya Gelar Sayembara Rp1 Juta Bongkar Pelaku Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Alasan Lengkapnya

Halaman:

Tags

Terkini