Kenaikan kurs otomatis meningkatkan biaya produksi korporasi, lalu diteruskan ke distributor hingga pedagang eceran di desa.
“Efeknya memang tidak langsung, tetapi transmisi harga akan terasa bertahap pada konsumen akhir,” kata Bhima.
Barang seperti pupuk, pestisida, pakan ternak, obat-obatan, hingga perangkat elektronik menjadi komoditas paling sensitif terhadap pelemahan rupiah.
Biaya distribusi juga ikut meningkat karena sektor transportasi masih terpengaruh fluktuasi harga energi global.
Petani Menanggung Beban Ganda Saat Biaya Produksi Naik
Kelompok paling rentan terhadap pelemahan rupiah adalah petani dan pelaku usaha mikro pedesaan.
Mereka menghadapi kenaikan biaya produksi ketika harga pupuk, benih, dan sarana pertanian meningkat.
Di sisi lain, harga jual hasil panen tidak selalu bergerak naik dalam waktu bersamaan, ketimpangan itu membuat margin keuntungan petani semakin menipis.
Situasi serupa pernah terjadi pada periode tekanan kurs 2024 hingga 2025, saat itu biaya input pertanian meningkat lebih cepat dibanding kenaikan harga gabah di tingkat petani.
Baca Juga: Kasus PT AKT Memanas, Kejagung Tahan Pemilik PT CBU Usai Dugaan Manipulasi Dokumen Ekspor Batu Bara
Kondisi tersebut menekan daya beli rumah tangga desa secara signifikan.
Stabilitas Makro Belum Tentu Menenangkan Konsumen Daerah
Secara nasional, indikator ekonomi memang menunjukkan ketahanan tertentu melalui cadangan devisa dan pertumbuhan konsumsi domestik.
Namun tekanan harga di tingkat akar rumput tetap menjadi tantangan nyata.
Artikel Terkait
Kepergian Elon Musk ke Tiongkok Saat Sidang OpenAI Picu Sorotan Hukum Baru di Tengah Perseteruan Panjang
Kasus PT AKT Memanas, Kejagung Tahan Pemilik PT CBU Usai Dugaan Manipulasi Dokumen Ekspor Batu Bara
PSMTI Matangkan Funwalk Sunset PIK 2 dengan Target 3.000 Peserta, Apa Daya Tarik Ajang Sehat Ini Tahun 2026
KPK Sita Kontainer Tanjung Mas, Dugaan Korupsi Bea Cukai Kembali Menguat Setelah Temuan Baru di Semarang
Kontainer Misterius dì Tanjung Mas Disita KPK, Apa Kaitannya dengan Kasus Korupsi Importasi Ditjen Bea Cukai
Prabowo Minta Publik Tetap Tenang Saat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen Jadi Sinyal Ketahanan Nasional Hadapi Tekanan Global
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Pernyataan Prabowo Soal Fundamental Kuat Jadi Sorotan Di Tengah Gejolak Dunia
CBA Soroti Kasus 28 Korporasi Sumatera, Akankah Polri Buka Progres Pengusutan Dugaan Kerusakan Lingkungan
Pencabutan Izin 28 Korporasi Sumatera, CBA Minta Langkah Hukum Polri dalam Dugaan Bencana Ekologis
Krisis Reputasi Ancam Korporasi, Respons Dua Jam Pertama Jadi Penentu Utama Tangani Isu Viral Medsos