• Kamis, 4 Juni 2026

Dilema Hijau Transisi Energi Indonesia, Ancaman E-Waste Baterai EV dan Panel Surya Mulai Mengintai Serius

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 2 Juni 2026 | 07:24 WIB
Dr. Drs. Yehu Wangsajaya, MKom mengingatkan ancaman e-waste dari baterai kendaraan listrik dan panel surya yang berpotensi meningkat pada dekade 2030-an jika Indonesia belum memiliki infrastruktur daur ulang memadai. (Dok. Pribadi/ Kreasi Dola AI)
Dr. Drs. Yehu Wangsajaya, MKom mengingatkan ancaman e-waste dari baterai kendaraan listrik dan panel surya yang berpotensi meningkat pada dekade 2030-an jika Indonesia belum memiliki infrastruktur daur ulang memadai. (Dok. Pribadi/ Kreasi Dola AI)

Infrastruktur Daur Ulang Nasional Perlu Dipercepat Mulai Sekarang

Sejumlah negara telah mulai mengembangkan fasilitas daur ulang baterai sebagai bagian dari strategi ekonomi sirkular nasional.

Di Indonesia, pembangunan fasilitas serupa membutuhkan proses panjang mulai dari studi kelayakan hingga operasional komersial.

Baca Juga: Rupiah Mendekati Rp18.000 Per Dolar AS, Mengapa Pemerintah Tetap Optimistis Ekonomi Tetap Kuat Tahun Ini

Tahapan tersebut mencakup perencanaan, perizinan lingkungan, konstruksi, instalasi teknologi, serta pengujian keamanan yang dapat berlangsung dua hingga empat tahun.

Latar belakang ini menjadi penting karena berbagai pemberitaan nasional sebelumnya menunjukkan percepatan investasi sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Kecerdasan Buatan dan Blockchain untuk Mengendalikan E-Waste

Yehu Wangsajaya menilai teknologi digital dapat menjadi bagian penting dalam solusi pengelolaan limbah elektronik masa depan.

Baca Juga: WALHI Desak Audit Lingkungan PT FHT Setelah Dugaan Sedimentasi Muncul di Perairan Teluk Buli Halmahera Timur

Pemanfaatan AI dan blockchain memungkinkan setiap komponen baterai terlacak sejak diproduksi hingga memasuki proses daur ulang.

Sistem tersebut mendukung transparansi rantai pasok sekaligus memudahkan pengawasan terhadap limbah berbahaya.

"Kita harus mulai menerapkan pelacakan digital sejak 2026 agar pengelolaan limbah energi bersih lebih akuntabel," tegasnya.

Baca Juga: Hari Raya Waisak 2026, BRI Peduli Tebar Kepedulian Lewat Sebanyak 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha

Membangun Kedaulatan Energi yang Benar-Benar Berkelanjutan Nasional

Selain teknologi, fasilitas daur ulang juga membutuhkan standar keselamatan tinggi dan lokasi yang memenuhi persyaratan lingkungan.

Fasilitas wajib memiliki sistem penyimpanan aman, pemadam kebakaran khusus baterai lithium, serta penyaring emisi berstandar tinggi.

Dengan langkah tersebut, Indonesia dapat memperkuat kedaulatan energi sekaligus memastikan transisi menuju ekonomi hijau berlangsung secara berkelanjutan.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini