Infrastruktur Daur Ulang Nasional Perlu Dipercepat Mulai Sekarang
Sejumlah negara telah mulai mengembangkan fasilitas daur ulang baterai sebagai bagian dari strategi ekonomi sirkular nasional.
Di Indonesia, pembangunan fasilitas serupa membutuhkan proses panjang mulai dari studi kelayakan hingga operasional komersial.
Tahapan tersebut mencakup perencanaan, perizinan lingkungan, konstruksi, instalasi teknologi, serta pengujian keamanan yang dapat berlangsung dua hingga empat tahun.
Latar belakang ini menjadi penting karena berbagai pemberitaan nasional sebelumnya menunjukkan percepatan investasi sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Kecerdasan Buatan dan Blockchain untuk Mengendalikan E-Waste
Yehu Wangsajaya menilai teknologi digital dapat menjadi bagian penting dalam solusi pengelolaan limbah elektronik masa depan.
Pemanfaatan AI dan blockchain memungkinkan setiap komponen baterai terlacak sejak diproduksi hingga memasuki proses daur ulang.
Sistem tersebut mendukung transparansi rantai pasok sekaligus memudahkan pengawasan terhadap limbah berbahaya.
"Kita harus mulai menerapkan pelacakan digital sejak 2026 agar pengelolaan limbah energi bersih lebih akuntabel," tegasnya.
Membangun Kedaulatan Energi yang Benar-Benar Berkelanjutan Nasional
Selain teknologi, fasilitas daur ulang juga membutuhkan standar keselamatan tinggi dan lokasi yang memenuhi persyaratan lingkungan.
Fasilitas wajib memiliki sistem penyimpanan aman, pemadam kebakaran khusus baterai lithium, serta penyaring emisi berstandar tinggi.
Dengan langkah tersebut, Indonesia dapat memperkuat kedaulatan energi sekaligus memastikan transisi menuju ekonomi hijau berlangsung secara berkelanjutan.****
Artikel Terkait
Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Whoosh Nasional
AHY Resmi Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Fokus Baru Infrastruktur Era Prabowo Dimulai
Badan Ekspor Baru dan PP 21/2026 Berpotensi Tekan Penjualan Serta Profitabilitas Wilmar Cahaya Indonesia
Kejari Karawang Segel PT BAS Lagi, Temuan BPK Rp1,3 Triliun Dorong Sorotan Baru Terhadap BTN Nasional
Hari Raya Waisak 2026, BRI Peduli Tebar Kepedulian Lewat Sebanyak 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha
WALHI Desak Audit Lingkungan PT FHT Setelah Dugaan Sedimentasi Muncul di Perairan Teluk Buli Halmahera Timur
Rupiah Mendekati Rp18.000 Per Dolar AS, Mengapa Pemerintah Tetap Optimistis Ekonomi Tetap Kuat Tahun Ini
Mengapa Indonesia Belum Menjadi Negara Maju Meski Kaya SDA dan Bonus Demografi yang Sangat Besar
Agung Suryamal Ungkap Strategi Pengusaha Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global Saat Ini
Agoeslan Capital Group Jajaki Kembali Bisnis Batubara Nikel dan Sawit di Tengah Kebijakan Ekspor Baru