“Setelah ditertibkan, biasanya mereka pindah ke titik lain karena lokasi emas aluvial cukup banyak,” ujar Bambang.
Ia menambahkan sebagian penambang memanfaatkan alat sederhana hingga alat berat untuk mempercepat proses pencarian material emas.
Baca Juga: Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
Fenomena tersebut dinilai memperbesar ancaman kerusakan lingkungan karena aktivitas dilakukan tanpa standar keselamatan pertambangan resmi.
Ancaman Kerusakan Lingkungan Mengintai Kawasan Sungai fan Permukiman Warga Sekitar
Aktivitas tambang emas ilegal sebelumnya juga beberapa kali dikaitkan dengan kerusakan daerah aliran sungai serta sedimentasi lingkungan sekitar tambang.
Pemberitaan sebelumnya mencatat sejumlah wilayah di Sumatera Barat mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat penambangan tanpa izin.
Selain mengubah bentang alam, aktivitas penambangan ilegal berpotensi memicu longsor dan banjir ketika musim hujan terjadi di kawasan pertambangan.
Bambang menegaskan pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum terus melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut.
Ia mengatakan pengawasan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi untuk mengurangi perluasan aktivitas tambang tanpa izin di Sumatera Barat.
Penertiban Tambang Ilegal Dinilai Perlu Diiringi Solusi Ekonomi Masyarakat Lokal
Pengamat menilai penanganan tambang ilegal tidak cukup hanya mengandalkan operasi penertiban tanpa solusi ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar.
Sebagian masyarakat disebut masih bergantung pada aktivitas tambang karena dianggap memberikan pemasukan cepat dibanding sektor pekerjaan lainnya.
Kondisi ekonomi daerah tambang menjadi tantangan tersendiri dalam menghentikan aktivitas penambangan ilegal secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Seleksi Ketat P3MD Saring 6.000 Peserta Jadi Pemimpin Masa Depan BUMN Pilihan Pemerintah Indonesia
Artikel Terkait
Seleksi Ketat P3MD Saring 6.000 Peserta Jadi Pemimpin Masa Depan BUMN Pilihan Pemerintah Indonesia
Diplomasi Dagang Indonesia dngan Tiongkok Fokus Perkuat Rantai Pasok Global Strategis Nasional Tahun 2026
Diskusi Paramadina Bahas Kritik The Economist Terhadap Demokrasi dan Stabilitas Ekonomi Indonesia Terkini
The Economist Soroti Risiko Ekonomi, Akademisi Paramadina Ingatkan Pentingnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Kemendag Bocorkan Lima Fokus Revisi E-Commerce untuk Lindungi UMKM dan Konsumen Digital Indonesia
Rp100 Miliar APBN untuk Sapi Presiden Prabowo Jadi Sorotan Publik Jelang Distribusi Kurban Nasional Tahun Ini
Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 30 Mei 2026 Saat Ritual Suci Yadnya Kasada yang Digelar Masyarakat Tengger
Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Meski BI Rate Naik, Pasar Mulai Khawatir Dampak Ekonomi Nasional
Purbaya Heran Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS Meski Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat Stabil