“Dari perhitungan bersama Kementerian ESDM, PLN, dan para ahli perguruan tinggi, kira-kira 17 giga bisa dilakukan instalasi PLTS,” jelas Brian Yuliarto.
Kolaborasi Pemerintah, Korporasi dan Akademisi Dorong Realisasi Program Energi Bersih
Proyek ini melibatkan kolaborasi antara Kementerian ESDM, PLN, Danantara, serta akademisi untuk memastikan perencanaan berbasis data dan teknologi yang tepat.
Pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci untuk mempercepat implementasi sekaligus menjaga efisiensi dan keberlanjutan proyek energi bersih nasional.
Brian menyebut seluruh implementasi proyek akan berada di bawah koordinasi PLN sebagai pelaksana utama di lapangan.
Latar Belakang Transisi Energi Indonesia Menuju Net Zero Emission Nasional
Upaya percepatan PLTS ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam transisi energi dan target pengurangan emisi karbon jangka panjang menuju net zero emission.
Sebelumnya, pemerintah juga telah mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui berbagai proyek, termasuk pembangkit hidro dan panas bumi.
Langkah percepatan PLTS dinilai penting karena pembangkit diesel memiliki biaya operasional tinggi dan dampak lingkungan yang signifikan.****
Artikel Terkait
Ketimpangan Ekonomi 2026 Menguat Saat Kekayaan 50 Orang Terkaya Setara 55 Juta Penduduk Nasional
Bantuan Pangan Serap Pasokan Minyakita, Ini Dampaknya Terhadap Harga dan Distribusi di Pasar Tradisional
Hungaria Siap Tangkap Benjamin Netanyahu Jika Masuk Negara, Ini Dampak Besar Kebijakan Baru Peter Magyar
Target Investasi Indonesia Rp13.000 Triliun Dinilai Realistis Didukung Minat Investor Global yang Masih Tinggi
Kelompok Anti Korupsi Soroti Tambang Emas Banyuwangi Terkait Zona Konservasi dan Dugaan Konflik Kepentingan
Transformasi Ekonomi Indonesia Dipercepat, Bank Dunia dan IMF Beri Sinyal Dukungan Kuat untuk Reformasi
Reformasi Regulasi Investasi Jadi Kunci, RI Targetkan Lonjakan Realisasi dan Dampak Ekonomi Lebih Besar
Forum Bisnis Indonesia - Amerika Serikat Bahas Strategi Fiskal dan Transformasi Ekonomi Menuju Negara Maju