ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Tertinggi Lima Tahun Apa Faktor Utamanya

Rabu, 6 Mei 2026 | 19:00 WIB
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti. Proyek infrastruktur nasional berjalan sebagai bagian dari investasi pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Instagram.com @amalia.adininggar)

Investasi dan Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Lebih Solid Tahun Ini

Pembentukan Modal Tetap Bruto atau investasi tercatat tumbuh 5,96 persen, mencerminkan peran proyek prioritas nasional dan investasi swasta.

Belanja pemerintah bahkan melonjak signifikan sebesar 21,81 persen, didorong oleh realisasi belanja pegawai serta program strategis nasional.

Baca Juga: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kebijakan Baru Jaga Ketahanan Pangan Indonesia Saat Krisis Global Meluas

Program seperti Makan Bergizi Gratis turut memberikan efek ganda terhadap ekonomi melalui peningkatan permintaan barang dan jasa.

Kinerja ini memperlihatkan sinergi antara kebijakan fiskal dan investasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat.

Kontraksi Triwulanan Jadi Catatan Penting di Tengah Kinerja Tahunan Positif

Di balik capaian tahunan yang tinggi, ekonomi Indonesia tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen secara triwulanan dibandingkan triwulan IV 2025.

Baca Juga: Mengapa Inflasi Indonesia April 2026 Tetap Rendah di Tengah Lonjakan Tarif Transportasi Nasional

Penurunan ini mencerminkan pola musiman setelah periode akhir tahun yang biasanya mencatat aktivitas ekonomi tinggi.

Amalia menegaskan bahwa kontraksi triwulanan tidak mengubah tren pertumbuhan tahunan yang tetap kuat dan stabil.

Namun demikian, dinamika ini menjadi pengingat bahwa struktur pertumbuhan masih dipengaruhi faktor musiman.

Baca Juga: Krisis Kepercayaan Publik Terhadap MBG, Agus Sulistriyono Dorong Transparansi dan Evaluasi Kepemimpinan BGN

Momentum Pertumbuhan Perlu Dijaga untuk Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Capaian pertumbuhan triwulan I 2026 menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Pemerintah sebelumnya juga mendorong percepatan belanja untuk menjaga momentum pada triwulan berikutnya.

Konsistensi kebijakan menjadi kunci agar pertumbuhan tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kenapa Inflasi Tetap Rendah Saat Harga Tiket Pesawat Naik Tajam April 2026, Ini Penjelasan Lengkapnya

Halaman:

Tags

Terkini