Rosan menekankan pentingnya mendorong peningkatan investasi di sektor non-mineral guna menciptakan keseimbangan struktur ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan.
Distribusi Investasi Luar Jawa Perkuat Pemerataan Ekonomi Antar Wilayah Nasional
Sebanyak 75,5% investasi hilirisasi atau Rp111,4 triliun terealisasi di luar Jawa, menunjukkan arah kebijakan pemerataan pembangunan ekonomi nasional.
Baca Juga: Terungkap Dugaan Korupsi Cukai Rokok, KPK Dalami Peran Pengusaha dan Oknum Bea Cukai Kemenkeu
Sulawesi Tenggara mencatat realisasi terbesar Rp24,1 triliun, disusul Maluku Utara Rp18,6 triliun, serta Nusa Tenggara Barat Rp12,9 triliun.
Rosan menyebut distribusi ini mencerminkan keberhasilan strategi pemerintah dalam mendorong investasi ke wilayah berbasis sumber daya dan kawasan industri baru.
Prospek Hilirisasi Perikanan dan Kelautan Dinilai Masih Sangat Terbuka Lebar
Sektor perikanan dan kelautan mencatat investasi Rp1,7 triliun, relatif kecil namun memiliki potensi pertumbuhan yang besar ke depan.
Komoditas seperti tuna, udang, rumput laut, dan garam dinilai memiliki peluang ekspansi melalui pengembangan industri pengolahan berbasis hilirisasi.
“Kita melihat investasi hilirisasi perikanan dan kelautan bisa meningkat pada semester depan,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Sebagai latar belakang, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir konsisten mendorong hilirisasi sebagai strategi utama meningkatkan nilai tambah ekspor dan mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah.****