Pemerintah Dorong Digitalisasi Pembayaran dan Pendalaman Pasar Keuangan Nasional
Pemerintah Indonesia menempatkan pendalaman pasar keuangan sebagai prioritas guna memperkuat daya tahan sektor finansial nasional.
Digitalisasi sistem pembayaran juga menjadi fokus untuk meningkatkan efisiensi transaksi ekonomi dan inklusi keuangan masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional menuju status negara berpendapatan tinggi.
Purbaya menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas sekaligus mempercepat transformasi ekonomi melalui kebijakan yang terukur.
Reformasi Struktural Jadi Fondasi Ketahanan Ekonomi di Tengah Krisis Energi Global
Dalam pertemuan G20 FMCBG, Purbaya menyoroti pentingnya reformasi struktural sebagai fondasi ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi krisis global.
Ia menyebut krisis energi akibat konflik Timur Tengah menjadi pelajaran penting tentang pentingnya efisiensi dan perizinan yang cepat.
Menurutnya, ketahanan ekonomi Indonesia saat ini tidak bergantung pada kebijakan darurat, melainkan hasil reformasi jangka panjang.
“Ketahanan Indonesia berakar pada reformasi struktural yang telah diimplementasikan jauh sebelum krisis,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga: Ketimpangan Ekonomi 2026 Menguat Saat Kekayaan 50 Orang Terkaya Setara 55 Juta Penduduk Nasional
Satgas P2SP Jadi Instrumen Respons Cepat Hambatan Dunia Usaha Nasional
Pemerintah juga membentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah atau P2SP untuk mengatasi hambatan yang dihadapi dunia usaha.
Satgas ini berfungsi sebagai kanal aduan langsung bagi pelaku usaha terkait kendala perizinan dan implementasi kebijakan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
Kebijakan ini melanjutkan tren reformasi yang sebelumnya juga disorot lembaga internasional dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.****