ekonomi

Ketimpangan Ekonomi 2026 Menguat Saat Kekayaan 50 Orang Terkaya Setara 55 Juta Penduduk Nasional

Rabu, 22 April 2026 | 17:35 WIB
Laporan CELIOS 2026 mengungkap ketimpangan ekonomi Indonesia makin tajam dengan kekayaan 50 orang terkaya setara puluhan juta penduduk (Dok. Kreasi Dola AI)

Baca Juga: Hungaria Siap Tangkap Benjamin Netanyahu Jika Masuk Negara, Ini Dampak Besar Kebijakan Baru Peter Magyar

Ia juga mengkritik cara pandang sebagian ekonom yang masih menilai keberhasilan dari angka pertumbuhan tanpa mempertimbangkan keadilan sosial.

Sumber Kekayaan Oligarki Didominasi Sektor Ekstraktif Berbasis Sumber Daya Alam

CELIOS mencatat 58 persen kekayaan 50 orang terkaya berasal dari sektor ekstraktif yang memanfaatkan sumber daya alam secara intensif.

Sektor ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap akumulasi kekayaan, namun sering menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan.

Baca Juga: Target Investasi Indonesia Rp13.000 Triliun Dinilai Realistis Didukung Minat Investor Global yang Masih Tinggi

Media Wahyudi Askar menyebut dominasi sektor ini memperkuat struktur ekonomi yang timpang dan mempersempit akses ekonomi masyarakat luas.

Ia menilai ketergantungan pada sektor ekstraktif memperbesar risiko ketimpangan jangka panjang jika tidak diimbangi reformasi kebijakan.

Ketimpangan Struktural Dinilai Menghambat Mobilitas Sosial Generasi Muda Indonesia

Laporan CELIOS menegaskan ketimpangan ekonomi bukan sekadar fenomena alami, melainkan hasil sistem yang terus direproduksi lintas generasi.

Baca Juga: Kelompok Anti Korupsi Soroti Tambang Emas Banyuwangi Terkait Zona Konservasi dan Dugaan Konflik Kepentingan

Media Wahyudi Askar menyatakan anak dari keluarga miskin menghadapi keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.

Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya mobilitas sosial, terutama bagi pekerja informal, perempuan, dan generasi muda.

Ia menegaskan tanpa perubahan struktur ekonomi dan politik, ketimpangan akan semakin melebar dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Transformasi Ekonomi Indonesia Dipercepat, Bank Dunia dan IMF Beri Sinyal Dukungan Kuat untuk Reformasi

Halaman:

Tags

Terkini