Ia juga mengkritik cara pandang sebagian ekonom yang masih menilai keberhasilan dari angka pertumbuhan tanpa mempertimbangkan keadilan sosial.
Sumber Kekayaan Oligarki Didominasi Sektor Ekstraktif Berbasis Sumber Daya Alam
CELIOS mencatat 58 persen kekayaan 50 orang terkaya berasal dari sektor ekstraktif yang memanfaatkan sumber daya alam secara intensif.
Sektor ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap akumulasi kekayaan, namun sering menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan.
Media Wahyudi Askar menyebut dominasi sektor ini memperkuat struktur ekonomi yang timpang dan mempersempit akses ekonomi masyarakat luas.
Ia menilai ketergantungan pada sektor ekstraktif memperbesar risiko ketimpangan jangka panjang jika tidak diimbangi reformasi kebijakan.
Ketimpangan Struktural Dinilai Menghambat Mobilitas Sosial Generasi Muda Indonesia
Laporan CELIOS menegaskan ketimpangan ekonomi bukan sekadar fenomena alami, melainkan hasil sistem yang terus direproduksi lintas generasi.
Media Wahyudi Askar menyatakan anak dari keluarga miskin menghadapi keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.
Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya mobilitas sosial, terutama bagi pekerja informal, perempuan, dan generasi muda.
Ia menegaskan tanpa perubahan struktur ekonomi dan politik, ketimpangan akan semakin melebar dalam beberapa tahun ke depan.
Artikel Terkait
Ketimpangan Ekonomi 2026 Menguat Saat Kekayaan 50 Orang Terkaya Setara 55 Juta Penduduk Nasional
Bantuan Pangan Serap Pasokan Minyakita, Ini Dampaknya Terhadap Harga dan Distribusi di Pasar Tradisional
Hungaria Siap Tangkap Benjamin Netanyahu Jika Masuk Negara, Ini Dampak Besar Kebijakan Baru Peter Magyar
Target Investasi Indonesia Rp13.000 Triliun Dinilai Realistis Didukung Minat Investor Global yang Masih Tinggi
Kelompok Anti Korupsi Soroti Tambang Emas Banyuwangi Terkait Zona Konservasi dan Dugaan Konflik Kepentingan
Transformasi Ekonomi Indonesia Dipercepat, Bank Dunia dan IMF Beri Sinyal Dukungan Kuat untuk Reformasi