Kondisi tersebut membuat kesalahan komunikasi publik jauh lebih cepat viral dibandingkan proses klarifikasi resmi dari pihak terkait setelah acara selesai.
Dikutip dari laman resmi Budipurnomo.com, ancaman terbesar bukan terletak pada perbedaan pendapat, melainkan kegagalan membaca dan merespons situasi secara tepat.
Karena itu, setiap interaksi spontan di panggung kini memiliki konsekuensi reputasi yang jauh lebih besar dibandingkan komunikasi politik pada era sebelumnya.****