Trump menyebut Xi “100 persen benar” jika kemunduran itu merujuk pada kebijakan era Biden.
Baca Juga: Kadin Tiongkok Protes Kebijakan Nikel Prabowo, Apa Dampaknya Bagi Hilirisasi dan Kepastian Investasi
Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan politik Trump yang kerap menjadikan pemerintahan sebelumnya sebagai sasaran kritik.
Menurut laporan The Wall Street Journal, narasi “Timur bangkit, Barat menurun” telah lama menjadi bagian strategi komunikasi elite Tiongkok.
Beijing memandang polarisasi politik Amerika sebagai indikasi tantangan struktural jangka panjang bagi rival utamanya.
Taiwan Jadi Titik Sensitif dalam Diplomasi Dua Pemimpin
Di balik suasana hangat pertemuan, Xi disebut mengangkat isu sensitif mengenai Taiwan.
Xi memperingatkan bahwa persoalan Taiwan dapat berkembang menjadi situasi sangat berbahaya jika tidak dikelola hati-hati.
Peringatan itu terkait konsep “Thucydides Trap” yang menggambarkan risiko benturan antara kekuatan mapan dan kekuatan yang sedang bangkit.
Konsep tersebut kerap dipakai dalam analisis hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok.
Pembahasan juga mencakup perdagangan, Timur Tengah, Ukraina, dan Semenanjung Korea.
Namun hingga Jumat, 15/05/2026, belum ada rincian resmi yang dipublikasikan Gedung Putih maupun pemerintah Tiongkok.
Klaim Boeing dan Diplomasi Strategis Jadi Sorotan Utama
Gedung Putih menyebut pertemuan itu berlangsung baik dan produktif. Pemerintah Amerika menegaskan kedua pemimpin sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka.