Hanya butuh satu jam pengisian daya untuk 1.000 kali penerjemahan. Sangat diminati pasar, PettiChat dijual seharga 799 yuan di Tiongkok dan siap merambah pasar internasional dengan harga $149,99.
Teknologi Kecerdasan Buatan Dorong Tren Perangkat Pintar Hewan Peliharaan Global
Kemunculan kalung penerjemah suara kucing terjadi ketika pasar teknologi hewan peliharaan global terus mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan industri teknologi internasional sebelumnya mencatat perangkat wearable untuk hewan meningkat seiring tingginya adopsi AI dan Internet of Things.
Produk seperti pelacak kesehatan, kamera pemantau, hingga alat komunikasi hewan kini berkembang menjadi segmen bisnis baru bernilai miliaran Dolar AS.
Startup Tiongkok tersebut memanfaatkan momentum pasar dengan menghadirkan inovasi yang menggabungkan hiburan, teknologi, dan kebutuhan emosional pemilik hewan.
Baca Juga: DHE SDA Berlaku Juni 2026, BI Dorong Eksportir Gunakan Yuan dalam Transaksi Perdagangan Global
Dalam keterangannya, pihak korporasi menyebut perangkat dikembangkan menggunakan ribuan sampel suara kucing untuk meningkatkan akurasi interpretasi.
Mereka juga mengklaim sistem AI akan terus belajar dari interaksi pengguna sehingga hasil penerjemahan dapat menjadi lebih personal.
Minat Pecinta Kucing Meningkat Seiring Popularitas Teknologi AI Konsumen Digital
Popularitas kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari mendorong minat konsumen terhadap perangkat berbasis AI yang bersifat personal dan interaktif.
Baca Juga: CBA Desak Prabowo Copot Dirut PLN Setelah Blackout Sumatera Ganggu Ekonomi dan Kepercayaan Investor
Fenomena itu terlihat dari meningkatnya penggunaan chatbot, asisten virtual, hingga perangkat rumah pintar di berbagai negara termasuk kawasan Asia.
Teknologi penerjemah suara hewan kemudian dianggap sebagai inovasi lanjutan yang menggabungkan unsur hiburan dengan pendekatan emosional pengguna modern.
Media sosial juga mempercepat penyebaran tren tersebut karena banyak pemilik hewan membagikan pengalaman unik bersama peliharaan mereka.
Baca Juga: BI Perluas Penggunaan Yuan dalam DHE SDA, Apakah Dominasi Dolar AS Mulai Berkurang di Indonesia
Artikel Terkait
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Hingga Rp17.700 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Pelemahan Rupiah dan Harga Pangan Naik Picu Kritik Akademisi Terhadap Komunikasi Pemerintah
Purbaya Optimistis Rupiah Ke Rp15.000 Setelah Kebijakan DHE SDA Perkuat Likuiditas Dolar Domestik
BI Perluas Penggunaan Yuan dalam DHE SDA, Apakah Dominasi Dolar AS Mulai Berkurang di Indonesia
DHE SDA Berlaku Juni 2026, BI Dorong Eksportir Gunakan Yuan dalam Transaksi Perdagangan Global
CBA Desak Prabowo Copot Dirut PLN Setelah Blackout Sumatera Ganggu Ekonomi dan Kepercayaan Investor
Bisnisnews.com Hadirkan Platform 'Traktir Kopi' untuk Apresiasi dari Pembaca Demi Jurnalisme yang Berkualitas
IHSG dan Rupiah Tertekan Tajam, Analis Soroti Ketergantungan Pasar Indonesia Pada Modal Asing Global Hari Ini
Wagub Sumsel Dorong Investasi Tiongkok Masuk Sumatera Selatan Lewat Forum Pertukaran Politik dan Bisnis
Prabowo Siapkan 400 Calon Pemimpin BUMN Lewat Program P3MD Untuk Perkuat Transformasi Korporasi Negara