finansial

Rupiah Dekati Rp18.000, Anthony Budiawan Ungkap Faktor Struktural Ekonomi yang Menjadi Pemicu Tekanan

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:54 WIB
Pergerakan rupiah menuju Rp18.000 per Dolar AS menjadi sorotan setelah PEPS mengingatkan risiko tekanan ekonomi struktural Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo (Dok. Hallo.id /Kreasi Dola AI)

Latar belakang ini sejalan dengan sejumlah pemberitaan sebelumnya mengenai tekanan eksternal akibat lemahnya kinerja ekspor manufaktur nasional.

Bank Indonesia Dinilai Punya Ruang Kebijakan Terbatas

Anthony menilai dalam domain kewenangan moneter, Bank Indonesia hanya memiliki opsi terbatas menjaga rupiah.

Instrumen utama yang tersedia adalah kenaikan suku bunga acuan untuk menahan tekanan kurs.

Baca Juga: Oei Iming Wijaya Kembali Pimpin PSMTI Sulbar, Apa Agenda Besar Organisasi Sosial Tionghoa Untuk Sulawesi Barat

Namun kebijakan tersebut membawa konsekuensi perlambatan sektor riil melalui meningkatnya biaya pembiayaan.

Ia menilai pilihan mempertahankan suku bunga relatif rendah selama ini dilakukan dengan harapan memperkuat daya saing manufaktur.

Sayangnya, menurut Anthony, strategi tersebut belum menunjukkan hasil signifikan.

Baca Juga: IHSG Mei 2026 Ungkap Kerentanan Pasar Modal, Seberapa Kuat Ketahanan Finansial Hadapi Guncangan Global

Karena itu, ia menegaskan solusi jangka panjang harus berfokus pada reformasi struktural ekonomi nasional.

Evaluasi Menyeluruh Diperlukan utuk Menjaga Stabilitas Rupiah

Anthony menekankan pelemahan rupiah harus dilihat sebagai refleksi kesehatan fundamental ekonomi nasional secara keseluruhan.

Ia menilai pembenahan struktural pada sektor ekspor, industri manufaktur, dan keseimbangan transaksi berjalan menjadi agenda mendesak.

Baca Juga: Panda Bond dan Fiskal Indonesia, Apa Makna Di Balik Narasi Keuangan Negara Kuat di Tengah Lonjakan Utang

Tanpa langkah korektif yang menyeluruh, tekanan terhadap rupiah dinilai berpotensi berulang.

“Selama akar struktural tidak diperbaiki, siapa pun yang menjabat Gubernur Bank Indonesia akan menghadapi tantangan serupa,” kata Anthony Budiawan.****

Halaman:

Tags

Terkini