Latar belakang ini sejalan dengan sejumlah pemberitaan sebelumnya mengenai tekanan eksternal akibat lemahnya kinerja ekspor manufaktur nasional.
Bank Indonesia Dinilai Punya Ruang Kebijakan Terbatas
Anthony menilai dalam domain kewenangan moneter, Bank Indonesia hanya memiliki opsi terbatas menjaga rupiah.
Instrumen utama yang tersedia adalah kenaikan suku bunga acuan untuk menahan tekanan kurs.
Namun kebijakan tersebut membawa konsekuensi perlambatan sektor riil melalui meningkatnya biaya pembiayaan.
Ia menilai pilihan mempertahankan suku bunga relatif rendah selama ini dilakukan dengan harapan memperkuat daya saing manufaktur.
Sayangnya, menurut Anthony, strategi tersebut belum menunjukkan hasil signifikan.
Karena itu, ia menegaskan solusi jangka panjang harus berfokus pada reformasi struktural ekonomi nasional.
Evaluasi Menyeluruh Diperlukan utuk Menjaga Stabilitas Rupiah
Anthony menekankan pelemahan rupiah harus dilihat sebagai refleksi kesehatan fundamental ekonomi nasional secara keseluruhan.
Ia menilai pembenahan struktural pada sektor ekspor, industri manufaktur, dan keseimbangan transaksi berjalan menjadi agenda mendesak.
Tanpa langkah korektif yang menyeluruh, tekanan terhadap rupiah dinilai berpotensi berulang.
“Selama akar struktural tidak diperbaiki, siapa pun yang menjabat Gubernur Bank Indonesia akan menghadapi tantangan serupa,” kata Anthony Budiawan.****